Surat-Kabar.com | Kabupaten Gorontalo – Pesantren Sufi Tabongo akan menggelar Wisuda Santri Iqra, Zikir, dan Doa yang direncanakan berlangsung pada Senin malam, 2 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an berbasis tauhid dan tasawuf di Provinsi Gorontalo.
Hal tersebut disampaikan oleh Imam Sukirno, kepada media surat-kabar.com. Ia menjelaskan bahwa Pesantren Sufi Tabongo merupakan gagasan dari Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI) Provinsi Gorontalo, dengan pembina utama KH. Hamdan Ladiku.
“Pesantren Sufi Tabongo hadir sebagai ruang pembinaan spiritual dan pembelajaran Al-Qur’an, khususnya melalui pendekatan iqra, zikir, dan doa,” ujar Imam Sukirno.
Saat ini, jumlah santri yang telah mendaftar dan aktif belajar Al-Qur’an mencapai 70 orang, sementara 15 santri di antaranya dinyatakan siap mengikuti prosesi wisuda.
Imam Sukirno menegaskan, wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan santri serta dukungan orang tua dalam proses pendidikan Al-Qur’an.
“Kami berharap, keberadaan pesantren ini dapat memberikan motivasi dan dorongan, khususnya kepada orang tua santri, agar terus membimbing dan menyemangati anak-anaknya untuk lebih giat belajar Al-Qur’an,” jelasnya.
Ia juga berharap, ke depan para santri tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi tumbuh menjadi hafiz dan hafizah Al-Qur’an, menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an adalah cahaya dan pedoman hidup kita. Dari sinilah kami berharap lahir generasi Qur’ani yang berakhlak dan berjiwa tasawuf,” tutup Imam Sukirno.
Kegiatan wisuda ini rencananya akan dihadiri oleh pengurus MPTTI, tokoh agama, orang tua santri, serta masyarakat sekitar Pesantren Sufi Tabongo. (*SD*)






