Surat-Kabar, Kabupaten Gorontalo |Kepala Kelurahan Hutuo, Nurhayati Ayuba, menyatakan bahwa penanganan sampah di wilayahnya hingga kini masih bersifat sementara dan belum berjalan secara berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan saat ditemui awak media surat-kabar.com di Kantor Lurah Hutuo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Selasa (10 Februari 2026).
Menurut Nurhayati, pihak kelurahan selama ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengatasi penumpukan sampah, terutama jika ada laporan dari masyarakat. Namun, pengangkutan hanya dilakukan pada titik-titik tertentu dan belum mencakup seluruh wilayah.
Ia mencontohkan penumpukan sampah di sekitar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang sudah lama terjadi karena lokasi tersebut tidak masuk dalam peta jalur pengangkutan DLH. Kondisi ini diperparah oleh kepadatan penduduk dan keterbatasan armada pengangkut sampah.
Selain itu, refocusing anggaran pasca-Covid turut berdampak pada operasional, termasuk keterbatasan anggaran bahan bakar kendaraan pengangkut sampah. Bahkan, dalam beberapa kasus, warga harus mengeluarkan biaya pribadi agar sampah bisa diangkut.
Nurhayati juga menyebutkan bahwa keberadaan TPS di Kelurahan Hutuo tidak dimanfaatkan karena lokasinya dekat dengan permukiman warga. Di sisi lain, TPA hanya menerima sampah dari titik yang terdaftar, sehingga menjadi kendala tambahan dalam penanganan sampah.
Ia berharap ke depan ada solusi bersama dan sistem pengelolaan sampah yang lebih terencana agar persoalan sampah di wilayah Hutuo dapat ditangani secara berkelanjutan.(**)






