Surat-Kabar, Kota Gorontalo | Pemerintah Kota Gorontalo terus memperkuat penerapan nilai-nilai religius dalam tata kelola pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Hal ini ditegaskan Camat Dungingi, Heriyanto Abas, saat menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan penutupan kegiatan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI) Gorontalo, di Masjid Al Istiqomah / Posko MPTTI Kota Gorontalo, Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Jumat (13/02/2026) malam.
Dalam sambutannya, Heriyanto menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Gorontalo, Wakil Wali Kota Gorontalo, dan Sekretaris Kota Gorontalo yang belum dapat hadir. Namun ia menegaskan bahwa komitmen pemerintah kota terhadap penguatan nilai keagamaan tetap menjadi prioritas utama dalam kepemimpinan lima tahun ke depan.
Menurutnya, salah satu misi strategis Wali Kota Gorontalo adalah meningkatkan penerapan nilai-nilai religius dalam kehidupan masyarakat. Misi tersebut telah dituangkan dalam visi dan program kerja Pemerintah Kota Gorontalo.
Sebagai implementasi nyata, Pemkot Gorontalo menerbitkan surat edaran yang mewajibkan seluruh 346 masjid di Kota Gorontalo untuk mengumandangkan zikir dan shalawat setiap malam Jumat.
“Tidak ada perbedaan latar belakang organisasi keagamaan, baik Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah, semuanya melaksanakan zikir dan shalawat,” ujar Heriyanto.
Selain itu, kebijakan religius juga diterapkan di lingkungan birokrasi. Seluruh aparatur Pemerintah Kota Gorontalo diwajibkan mengikuti kegiatan mengaji setiap hari Jumat. Bahkan, kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu syarat sebelum pelantikan pejabat.
Ia mengungkapkan, pernah terjadi pembatalan pelantikan seorang PPPK karena yang bersangkutan belum mampu membaca Al-Qur’an meskipun telah dinyatakan lulus sebagai ASN.
“Kebijakan ini bukan untuk mempersulit, tetapi sebagai upaya membangun karakter religius aparatur, agar nilai-nilai keislaman benar-benar mewarnai pelayanan publik di Kota Gorontalo,” jelasnya.
Heriyanto menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan oleh MPTTI Gorontalo, termasuk peringatan Isra Mikraj dan pembinaan menjelang bulan suci Ramadan, sejalan dengan arah kebijakan religius pemerintah kota.
“Kegiatan malam ini adalah bagian dari ikhtiar kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pemerintah Kecamatan Dungingi dan Kelurahan Huangobotu tentu menyambut baik kegiatan-kegiatan seperti ini,” tutupnya.
Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan seperti MPTTI, Pemkot Gorontalo berharap nilai-nilai religius tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar terimplementasi dalam kehidupan sosial, pemerintahan, dan pelayanan kepada masyarakat.(**)






