Surat-Kabar.com | PALU – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali memperpanjang pembelajaran daring bagi siswa PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta. Kebijakan ini berlaku mulai Senin, 26 Oktober 2026, hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi partikel pencemar udara berada pada kategori tidak sehat. Pemerintah kota menilai pembelajaran dari rumah diperlukan untuk mengurangi risiko paparan polusi terhadap peserta didik.
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan perpanjangan pembelajaran jarak jauh dilakukan dengan mempertimbangkan kesehatan siswa di tengah kondisi udara yang memburuk.
“Dengan berat hati kami memperpanjang pembelajaran jarak jauh demi alasan kesehatan siswa-siswi,” kata Hadianto di Palu, Ahad, 25 Oktober 2026.
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Palu Nomor 100.3.4/860/UMUM/2026 tentang imbauan kewaspadaan terhadap kualitas udara yang buruk. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu kemudian menindaklanjutinya melalui surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan.
Berdasarkan data pemantauan partikulat yang disampaikan Hadianto, konsentrasi PM1 mencapai 157 mikrogram, PM2,5 sebesar 150 mikrogram, dan PM10 mencapai 159 mikrogram. Ketiganya dilaporkan berada dalam kategori tidak sehat.
Partikel-partikel tersebut menjadi perhatian karena polusi udara dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama pada anak-anak yang masih rentan terhadap gangguan pernapasan.
Pemkot Palu belum menetapkan batas waktu berakhirnya pembelajaran daring. Kebijakan tersebut akan dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara dan pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah daerah.
Di tengah penerapan pembelajaran jarak jauh, Hadianto meminta kepala sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan efektif. Sekolah diminta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi dan kemampuan peserta didik.
Bagi siswa yang terkendala akses internet atau tidak memiliki perangkat pembelajaran memadai, sekolah diminta menyediakan alternatif agar mereka tetap dapat mengikuti proses belajar.
Selain memperpanjang sekolah daring, pemerintah kota mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Warga dengan penyakit penyerta, terutama gangguan jantung dan pernapasan seperti asma, disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Hadianto juga meminta warga menjaga kondisi tubuh dan segera memeriksakan diri ke puskesmas apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti batuk atau sesak napas.
Perpanjangan sekolah daring menjadi langkah antisipasi Pemkot Palu menghadapi dampak kabut asap karhutla. Namun, lamanya kebijakan ini diberlakukan akan bergantung pada perkembangan kualitas udara yang menjadi dasar evaluasi pemerintah daerah.
(Aditya)






