Surat-Kabar, Kabupaten Gorontalo | Dalam suasana duka atas wafatnya anak menantu, Tuan Qadhi Limboto, Karim Busalo, tetap menunjukkan keteguhan dan keikhlasan dengan menyelenggarakan kegiatan halal bihalal yang dirangkaikan dengan aksi sosial bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Karim Busalo dalam sambutannya pada kegiatan halal bihalal yang digelar di Posko Inabah Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI) Gorontalo, Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Dalam sambutannya, Tuan Qadhi Limboto menyampaikan bahwa meskipun berada dalam suasana duka, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berbuat kebaikan dan melayani umat.
“Saya berada pada posisi sentral, berada di tengah-tengah. Allah SWT melihat kecenderungan seseorang pada suatu hal, dan itulah yang perlu saya sampaikan,” ujar Karim Busalo.
Ia menjelaskan bahwa terselenggaranya kegiatan sosial dan bantuan kemasyarakatan ini merupakan hasil musyawarah empat pilar, yakni MPTTI Gorontalo, Lembaga syar’i, unsur masyarakat, dan majelis taklim.
Karim Busalo juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan bulan Sya’ban, yang diyakini sebagai bulan diterimanya amal oleh Allah SWT.
“Bulan Sya’ban adalah bulan kita beramal. Saya katakan, masih ada waktu bagi kita untuk beramal dan menunaikannya kepada Allah SWT melalui bantuan apa pun yang kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, penggalangan bantuan dilakukan secara sederhana tanpa surat resmi. Ia hanya menyampaikan ajakan melalui pesan singkat WhatsApp kepada seluruh anggota MPTTI Gorontalo, pegawai syar’i, masyarakat, dan majelis taklim.
“Alhamdulillah, setelah pesan itu terkirim, bantuan langsung berdatangan. Ada yang membawa 10 kilogram beras, MPTTI Gorontalo yang diserahkan melalui Ketua Baznas memberikan 100 kilogram beras, serta bantuan dari Anggota DPD RI, Rahmijati Jahja, yang memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Selain itu, bantuan juga datang dari berbagai unsur masyarakat lainnya. Karim Busalo berharap kegiatan amal seperti ini dapat terus berlanjut dan tidak hanya dilaksanakan pada tahun ini.
“Mudah-mudahan kebaikan dan keindahan ini bisa berlangsung terus-menerus, bukan hanya tahun ini, tetapi setiap tahun kita laksanakan kegiatan amal seperti ini,” harapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejak berdirinya Posko Inabah MPTTI, terdapat dua kegiatan besar yang sangat menyentuh hati masyarakat. Salah satunya adalah pembentukan kelompok pengadaan sapi kurban terpadu yang melibatkan seluruh golongan masyarakat, berdasarkan keputusan mantan Camat Limboto dan Lurah Kayubulan.
“Pada tahun lalu, alhamdulillah kita bisa berkurban dengan empat ekor sapi. Saat ini sudah terbentuk enam kelompok, dan kami membuka kesempatan bagi siapa saja yang berminat untuk bergabung,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar Camat Limboto yang saat ini menjabat dapat melanjutkan peran dan dukungan yang sebelumnya dilakukan oleh mantan camat, yang kini menjabat sebagai Camat Tibawa.
Terkait mekanisme kurban, Karim Busalo menjelaskan bahwa setiap anggota kelompok cukup menyetor Rp180 ribu per bulan selama 10 bulan, sehingga terkumpul dana sebesar Rp1,8 juta per orang. Pengumpulan dana akan berakhir pada 7 April, mengingat harga sapi kurban cenderung meningkat setelah memasuki bulan Mei.
“Tahun lalu, daging kurban hanya bisa menjangkau sekitar 600 kepala keluarga. Ke depan, kami berharap jumlah penerima manfaat bisa lebih banyak,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Tuan Qadhi Limboto menyampaikan rasa syukur atas peran nyata MPTTI Gorontalo dalam berdakwah dan membina umat.
“Kegiatan MPTTI ini berjalan dengan baik melalui dakwah lisan yang dibimbing oleh Dr. KH. Hamdan Ladiku, Wali Nanggroe Gorontalo, yang selama ini terus membimbing dan mendoakan kami,” tutupnya.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga telah membagikan kupon beras kepada jamaah yang hadir, dengan harapan bantuan tersebut dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.






