Surat-Kabar.com | Dugaan peredaran puluhan video pendek dan sejumlah foto yang memperlihatkan perilaku tidak pantas dan diduga melibatkan sejumlah siswa sekolah tingkat SMA di Kota Makassar menjadi perhatian.
Berdasarkan informasi dari narasumber yang enggan disebutkan namanya, yang dihimpun Redaksi, terdapat sekitar 50 video pendek serta sejumlah besar foto yang diduga melibatkan siswa SMA 17 Makassar, hal tersebut disebut-sebut telah beredar luas di kalangan pelajar.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, dugaan aktivitas dalam video dan foto tersebut berlangsung di beberapa titik lingkungan sekolah yang diduga merupakan SMA Negeri 17 Makassar.
Adapun lokasi yang disebut dalam informasi tersebut meliputi koridor lantai dua serta area toilet perempuan di lingkungan sekolah.
Tak hanya itu, informasi dari narasumber juga menyebutkan bahwa terdapat tiga siswa yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut, baik sebagai pihak yang muncul dalam rekaman maupun yang diduga terlibat dalam penyebarannya, kini telah berpindah ke sekolah lain.
Ketiganya disebut telah pindah sekolah dan melanjutkan pendidikan di sejumlah sekolah berbeda di Makassar, masing-masing di salah satu SMA favorit, sekolah Islam favorit, dan SMA swasta.
Plt Kepala SMA Negeri 17 Makassar Asmar Achmad, S.Pd mengaku telah menjelaskan persoalan tersebut kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
“Hal ini sudah kami jelaskan ke Dinas Pendidikan tentang hal yang sebenarnya dan bagaimana penanganannya,” jawaban Plt Kepsek saat dikonfirmasi Wartawan Via Watsapp, Selasa (03/11/2026).
Ketika diminta memberikan penjelasan lebih terperinci, Plt Kepala Sekolah kembali menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dijelaskan secara lengkap kepada Dinas Pendidikan.
“Maaf, saya sudah jelaskan semua ke Dinas Pendidikan secara jelas dan rinci,” singkat Plt Kepsek.
Menanggapi informasi tersebut, Lembaga Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) menilai dugaan peristiwa itu perlu dan wajib mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Sekejend L-Kompleks, Ruslan Rahman mengungkapkan, jika benar terdapat puluhan video dan foto yang diduga merekam aktivitas tidak pantas di lingkungan sekolah, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sebagai masalah biasa atau semata-mata pelanggaran tata tertib peserta didik.
“Jika informasi ini benar, tentu menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan karena ini menyangkut moral dan etika yang gagal di ejawantahkan oleh Plt Kepsek dan para pendidik di sekolah itu, khususnya terkait sistem pengawasan dan pembinaan peserta didik di lingkungan sekolah. Sekolah harus mampu memastikan bahwa lingkungan pendidikan benar-benar menjadi tempat yang aman bagi para siswa,” jelas Ruslan Rahman kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).
L-Kompleks juga mempertanyakan bagaimana dugaan aktivitas tersebut bisa terjadi apabila benar berlangsung di area sekolah, seperti koridor lantai dua dan toilet perempuan. Menurutnya, hal itu perlu ditelusuri melalui pemeriksaan internal secara objektif, tanpa terburu-buru menyimpulkan adanya kelalaian pihak tertentu.
Lanjut Ruslan menyampaikan, SMAN 17 Makassar yang selama ini mendapat atensi khusus dari Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang mana dibuktikan dengan diberikannya hak istimewa terkait penyelenggaraan Sekolah Berasrama (Boarding School) dan bantuan rehabilitasi asrama pada sekolah tersebut, namun sangat disayangkan karena perhatian dari Gubernur tersebut tidak dibarengi dengan perhatian serius dari pihak sekolah dalam hal pengawasan peserta didiknya.
“Jika benar kejadian itu berlangsung di lingkungan sekolah, maka perlu dievaluasi bagaimana sistem pengawasan selama ini berjalan. Apakah pengawasan guru, petugas piket, dan pihak sekolah sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya? Ini harus dijawab berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar asumsi,” tegas Ruslan.
Untuk itu Ruslan mendesak Gubernur Sulsel melalui Kadis Pendidikan agar segera mencopot Plt Kepsek dan seluruh jajarannya yang terlibat dan bertanggung jawab atas dugaan insiden itu.(**)






