Friday, September 25, 2026

Creating liberating content

Jaga Kebersihan Saluran Air...

Surat-Kabar, Makassar | Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di...

KPU Minta MK Tolak...

Surat-Kabar.com | Gugatan Denny Indrayana dan sebelas pemohon lain yang mempersoalkan syarat pendidikan...

Ombudsman Temukan Kamar Mewah...

Surat-Kabar.com |  Ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga perlengkapan rumah tangga...

Terima Purnabakti, Andi Syahrum...

Surat-Kabar - Makassar | Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi...
HomeUncategorizedTudingan "Pemuja Setan"...

Tudingan “Pemuja Setan” Pasca Gempa Palu, DPP POIN : Kepentingan Politik

Surat-Kabar.com | Hampir empat tahun pasca peristiwa gempa dan tsunami yang melanda kota Palu  sejak terjadi pada 28 September 2018. Upaya pemerintah pusat maupun pemerintah Kota Palu saat itu dalam membangkitkan kembali Kota Palu pasca bencana Gempa dan Tzunami terus dilakukan hingga kota tersebut betul – betul pulih dan bangkit dalam waktu yang tidak lama.

Akan tetapi, upaya pemerintah Kota pada saat itu untuk mengembalikan Kota Palu seperti sebelumnya justru terus disesatkan oleh informasi menyesatkan di media sosial yang terus menerus menuding Festival Palu Nomoni yang dilaksanakan Pemerintah Kota Palu  Dr.Hidayat,M.Si dan Sigit Purnomo (Pasha) pada saat itu merupakan pemicu atau penyebab terjadinya bencana tersebut bahkan hingga hari ini Informasi Hoax tersebut masih saja bermunculan di Media Sosial.

Pada masa sehari pasca gempa Hoaks-hoaks terkait gempa palu  terus bermunculan, dan bahkan selalu menyesuaikan dengan perkembangan terkini penanganan bencana yang bahkan, Hidayat – Pasha sempat di demo dengan tudingan bahwa Wali Kota dan wakilnya adalah Pemuja Setan dan harus bertanggung jawab atas terjadinya gempa serta harus mundur dari jabatan.

See also  Dg. Mangka, Manfaatkan Cagar Budaya Untuk Kesejahteraan Rakyat

Infodemik, atau penyebaran informasi keliru secara massif itu hingga saat ini pasca hampir empat tahun bencana gempa dan tsunami usai masih saja terus berseliweran di media sosial Facebook yang memunculkan pertanyaan besar.

Tidak ada penyaring

Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat DPP Pewarta Online Indonesia POIN, Ruslan Rahman, mengatakan, perbedaan platform media sosial dengan media konvensional merupakan salah satu faktor yang mendorong hoaks terus bermunculan.

“Perbedaannya adalah bahwa konten di media sosial dapat disampaikan antara pengguna tanpa proses gatekeeping dengan penyaringan pihak ketiga, pemeriksaan fakta, atau penilaian editorial,” kata Ruslan saat dihubungi media, Sabtu, (27/8/2022).

Kemudian Isu Hoax tersebut juga banyak muncul dimedia konfensional itu bukan berarti media massa pada saat itu ikut menyebarkan Hoax akan tetapi Hoax atau isu tersebut diangkat media disebabkan isu yang berkembang pada saat itu memang besar dan kuat dugaan ada sasaran serta tujuan atas isu Hoax itu dihembuskan.

See also  Adnan Purichta Ichsan, Pesta Demokrasi 2024, Kredibilitas Archi House Dibutuhkan

Tidak lepas dari politik

Ruslan menjelaskan, terjadinya bencana gempa tsunami September 2018 yang diketahui waktu tersebut sangat dekat dengan tahun politik 2019 dan pilkada serentak 2020, itu menunjukkan bahwa hoaks digunakan oleh aktor politik untuk kepentingan politik dengan tujuan memengaruhi pemilih.

Usai gempa terjadi dengan sangat cepat bermunculan coretan di tembok- tembok  dan di beberapa jalan protokol yang bertuliskan Wali Kota Palu Pemuja Setan hingga tuntutan Turunkan Wali Kota Palu Hidayat, hal tersebut sudah jelas porsi dan tujuannya apa dalam politik, namun disaat kondisi psikis dan batin masyarakat yang baru saja mengalami bencana alam tentu saja isu itu ditelan mentah – mentah oleh masyarakat yang saat itu tidak mungkin menyalahkan Tuhan dan Wali Kota Lah yang pas untuk disalahkan walaupun itu jauh dari kata rasional.

Ruslan menambahkan, gempa yang terjadi pada saat itu tidak hanya meluluh lantahkan Kota Palu, melainkan Kabupaten Sigi dan Donggala pun terkena gempa, lalu apakah di Sigi dan Donggala ada gerakan menyalahkan Festival Palu Nomoni dan menyebut Wali Kota Palu Pemuja Setan…?  jawaban nya adalah tidak ada, nah hal itu sudah menjawab untuk apa Hoax Palu Nomoni dan Pemuja Setan itu Diproduksi.

See also  Indonesia Siap jadi Tuan Rumah Design Law Treaty Yang Akan di Gelar WIPO

“Kemudian mengapa Infodemik atau Hoax tersebut masih saja ada, itu karena tahun depan merupakan tahun Politik ditambah lagi pada tahun 2024 ada Pilpres dan Pileg serta Pilkada serentak yang mana Kota Palu pun akan menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut, Mungkin saja Wali Kota yang saat itu dibentuk karakternya sebagai Pemuja Setan mungkin diketahui akan bertarung di Pilwali atau Pilgub, itu saya tidak faham jadi silahkan anda konfirmasi ke Hidayat dan pasha nya langsung apakah dia atau mereka mau maju di pilkada nanti,”tutup Ruslan kepada media.(***)

(Hr)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

Create a website from scratch

Just drag and drop elements in a page to get started with Surat-Kabar.

Continue reading

Jaga Kebersihan Saluran Air Baku, Perumda Air Minum Makassar Gelar Kerja Bakti

Surat-Kabar, Makassar | Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di sepanjang saluran air baku di Jalan Abdul Dg Sirua, Makassar, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan kondisi saluran air...

KPU Minta MK Tolak Gugatan Denny Indrayana soal Syarat Pendidikan Gibran

Surat-Kabar.com | Gugatan Denny Indrayana dan sebelas pemohon lain yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden 2024 memasuki tahap penting di Mahkamah Konstitusi. Komisi Pemilihan Umum meminta MK menolak permohonan tersebut dan mempertahankan seluruh keputusan KPU...

Ombudsman Temukan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, Jejak Bayaran Terungkap

Surat-Kabar.com |  Ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga perlengkapan rumah tangga ditemukan di sebuah bangunan dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fasilitas tersebut diduga digunakan oleh narapidana tertentu. Temuan Ombudsman Republik Indonesia itu membuka persoalan...

Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar

Surat-Kabar - Makassar | Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Ratulangi, Rabu (23/09/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara manajemen Perumda Air...

Kasus Dugaan Korupsi Balai Kereta Api Sulsel Masuk Meja Hijau

Surat-Kabar.com | Kasus dugaan korupsi anggaran jasa tenaga kerja outsourcing di Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel) bergerak ke meja hijau. Kejaksaan Negeri Maros menyerahkan tiga tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum dalam tahap II...

Dirjen GTK Pastikan Guru PPPK Paruh Waktu Tak Perlu Seleksi Ulang

Surat-Kabar.com | Guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tidak perlu mengikuti tes atau seleksi ulang untuk beralih menjadi PPPK penuh waktu. Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar...

Boraks Ditemukan dalam Menu MBG di Takalar

Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tersandung persoalan keamanan pangan setelah salah satu sampel menu yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, dinyatakan mengandung boraks. Hal tersebut terungkap setelah empat guru...

Langit Kalimantan Membara, Karhutla Mengubah Cahaya Matahari Jadi Merah

Surat-Kabar.com | Langit di sejumlah wilayah Kalimantan berubah menjadi oranye hingga merah menyala saat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melanda. Fenomena tersebut terekam dalam sejumlah unggahan warga, salah satunya dari wilayah Paduran, Sabangau, Kalimantan Tengah. Warna langit yang tidak biasa...

Penggeledahan Kantor PDAM Palu, Polisi Bongkar Dokumen Dugaan Korupsi

Surat-Kabar.com | Penyidikan dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palu memasuki tahap baru. Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polresta Palu menggeledah kantor PDAM Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (21/9/2026). Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita delapan bundel...

Kejari Maros Kejar Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Balai Kereta Api Sulsel yang Mangkir

Surat-Kabar.com | Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran belanja jasa tenaga kerja outsourcing di lingkungan Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri Maros kini mempersiapkan penyerahan tersangka dan barang bukti setelah berkas perkara dinyatakan...

Sebelum OTT ATR/BPN, KPK Sudah Wanti-wanti 8 Titik Rawan Korupsi Pertanahan

Surat-Kabar.com | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata telah mengendus sejumlah celah korupsi di sektor pertanahan jauh sebelum operasi tangkap tangan (OTT) menyeret sejumlah pihak di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). KPK mencatat sedikitnya delapan titik rawan...

MBG Kembali Dibayangi Dugaan Keracunan, 58 Santri Kendari Jadi Korban

Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dibayangi dugaan keracunan. Sebanyak 58 santri Pondok Pesantren Al-Askar 03, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG pada Jumat (18/9/2026). Puluhan santri tersebut mengalami...

Enjoy exclusive access to all of our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across.