Friday, September 25, 2026

Creating liberating content

Jaga Kebersihan Saluran Air...

Surat-Kabar, Makassar | Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di...

KPU Minta MK Tolak...

Surat-Kabar.com | Gugatan Denny Indrayana dan sebelas pemohon lain yang mempersoalkan syarat pendidikan...

Ombudsman Temukan Kamar Mewah...

Surat-Kabar.com |  Ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga perlengkapan rumah tangga...

Terima Purnabakti, Andi Syahrum...

Surat-Kabar - Makassar | Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi...
HomeMetroLangit Kalimantan Membara,...

Langit Kalimantan Membara, Karhutla Mengubah Cahaya Matahari Jadi Merah

Surat-Kabar.com | Langit di sejumlah wilayah Kalimantan berubah menjadi oranye hingga merah menyala saat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melanda.

Fenomena tersebut terekam dalam sejumlah unggahan warga, salah satunya dari wilayah Paduran, Sabangau, Kalimantan Tengah.

Warna langit yang tidak biasa itu sempat memunculkan anggapan bahwa foto atau video yang beredar telah melalui penyuntingan, menggunakan kecerdasan buatan atau AI, hingga filter digital.

Namun, fenomena serupa merupakan peristiwa alam yang dapat terjadi ketika cahaya Matahari berinteraksi dengan partikel asap dalam konsentrasi tinggi di atmosfer.

Salah satu unggahan warga pada 20 September 2026 memperlihatkan langit berwarna merah-oranye di tengah kepungan asap karhutla di kawasan Paduran, Sabangau, Kalimantan Tengah.

Fenomena tersebut bukan menunjukkan atmosfer berubah menjadi merah. Warna itu muncul akibat cahaya Matahari yang melewati lapisan udara dengan konsentrasi partikel asap tinggi.

See also  Guru Honorer Pulau Terpencil Pangkep Tersingkir dari PPPK

Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, sebelumnya menjelaskan fenomena serupa ketika karhutla melanda Jambi pada 2019. Menurut dia, warna kemerahan pada langit berkaitan dengan hamburan Mie atau Mie scattering.

Ketika asap semakin tebal, tidak seluruh spektrum cahaya Matahari mampu menembus atmosfer. Gelombang cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang, terutama kuning dan merah, lebih dominan mencapai mata pengamat setelah berinteraksi dengan partikel asap.

Partikel asap berukuran sangat kecil kemudian menghamburkan cahaya tersebut. Proses inilah yang membuat langit dapat terlihat kuning, jingga, bahkan merah.

Thomas menjelaskan partikel asap berukuran sekitar 0,5 hingga 0,7 mikron dapat menyebabkan cahaya Matahari mengalami hamburan Mie.

See also  JK Bongkar Dugaan Permainan Mafia Tanah di Tanjung Bunga Makassar

Fenomena itu berbeda dengan kondisi atmosfer yang relatif bersih. Dalam keadaan normal, molekul udara lebih banyak menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang pendek. Proses tersebut dikenal sebagai hamburan Rayleigh dan menjadi salah satu penyebab langit tampak biru pada siang hari.

Ketika atmosfer dipenuhi asap karhutla, karakter hamburan cahaya berubah. Partikel asap dengan ukuran yang mendekati panjang gelombang cahaya membuat warna tertentu lebih dominan terlihat dari permukaan bumi.

Semakin pekat konsentrasi asap, semakin besar pula pengaruhnya terhadap cahaya Matahari yang mencapai mata manusia. Karena itu, langit di sekitar lokasi karhutla dapat berubah menjadi kuning, oranye, hingga merah.

Warna tersebut juga tidak selalu sama. Jika partikel di atmosfer berukuran lebih besar, cahaya dengan berbagai panjang gelombang dapat dihamburkan relatif merata. Kondisi itu membuat asap atau kabut lebih tampak putih maupun keabu-abuan.

See also  Isra Miraj 1447 Hijriah, Kejari Jeneponto Tegaskan Komitmen Nilai Moral dan Integritas

Fenomena langit merah di Kalimantan dengan demikian berkaitan erat dengan kondisi atmosfer saat karhutla. Warna mencolok yang terekam warga bukan semata persoalan kamera atau filter, melainkan efek optik akibat interaksi cahaya Matahari dengan partikel asap di udara.

Di tengah fenomena tersebut, warga di sekitar wilayah terdampak karhutla terus menghadapi persoalan asap dan berharap kondisi cuaca berubah. Dalam unggahan yang beredar, warga juga menyerukan agar hujan turun untuk membantu meredakan kebakaran di kawasan terdampak.

(Zul)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

Create a website from scratch

Just drag and drop elements in a page to get started with Surat-Kabar.

Continue reading

Jaga Kebersihan Saluran Air Baku, Perumda Air Minum Makassar Gelar Kerja Bakti

Surat-Kabar, Makassar | Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di sepanjang saluran air baku di Jalan Abdul Dg Sirua, Makassar, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan kondisi saluran air...

KPU Minta MK Tolak Gugatan Denny Indrayana soal Syarat Pendidikan Gibran

Surat-Kabar.com | Gugatan Denny Indrayana dan sebelas pemohon lain yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden 2024 memasuki tahap penting di Mahkamah Konstitusi. Komisi Pemilihan Umum meminta MK menolak permohonan tersebut dan mempertahankan seluruh keputusan KPU...

Ombudsman Temukan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, Jejak Bayaran Terungkap

Surat-Kabar.com |  Ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga perlengkapan rumah tangga ditemukan di sebuah bangunan dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fasilitas tersebut diduga digunakan oleh narapidana tertentu. Temuan Ombudsman Republik Indonesia itu membuka persoalan...

Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar

Surat-Kabar - Makassar | Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Ratulangi, Rabu (23/09/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara manajemen Perumda Air...

Kasus Dugaan Korupsi Balai Kereta Api Sulsel Masuk Meja Hijau

Surat-Kabar.com | Kasus dugaan korupsi anggaran jasa tenaga kerja outsourcing di Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel) bergerak ke meja hijau. Kejaksaan Negeri Maros menyerahkan tiga tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum dalam tahap II...

Dirjen GTK Pastikan Guru PPPK Paruh Waktu Tak Perlu Seleksi Ulang

Surat-Kabar.com | Guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tidak perlu mengikuti tes atau seleksi ulang untuk beralih menjadi PPPK penuh waktu. Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar...

Boraks Ditemukan dalam Menu MBG di Takalar

Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tersandung persoalan keamanan pangan setelah salah satu sampel menu yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, dinyatakan mengandung boraks. Hal tersebut terungkap setelah empat guru...

Penggeledahan Kantor PDAM Palu, Polisi Bongkar Dokumen Dugaan Korupsi

Surat-Kabar.com | Penyidikan dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palu memasuki tahap baru. Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polresta Palu menggeledah kantor PDAM Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (21/9/2026). Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita delapan bundel...

Kejari Maros Kejar Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Balai Kereta Api Sulsel yang Mangkir

Surat-Kabar.com | Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran belanja jasa tenaga kerja outsourcing di lingkungan Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri Maros kini mempersiapkan penyerahan tersangka dan barang bukti setelah berkas perkara dinyatakan...

Sebelum OTT ATR/BPN, KPK Sudah Wanti-wanti 8 Titik Rawan Korupsi Pertanahan

Surat-Kabar.com | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata telah mengendus sejumlah celah korupsi di sektor pertanahan jauh sebelum operasi tangkap tangan (OTT) menyeret sejumlah pihak di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). KPK mencatat sedikitnya delapan titik rawan...

MBG Kembali Dibayangi Dugaan Keracunan, 58 Santri Kendari Jadi Korban

Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dibayangi dugaan keracunan. Sebanyak 58 santri Pondok Pesantren Al-Askar 03, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG pada Jumat (18/9/2026). Puluhan santri tersebut mengalami...

Bahlil Buka-bukaan Soal Antrean BBM Makassar

Surat-Kabar.com | Antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, bukan semata soal ketersediaan BBM. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkap dua persoalan yang ikut membuat antrean mengular: pergeseran konsumen...

Enjoy exclusive access to all of our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across.