Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dibayangi dugaan keracunan. Sebanyak 58 santri Pondok Pesantren Al-Askar 03, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG pada Jumat (18/9/2026).
Puluhan santri tersebut mengalami keluhan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Kendari dan kini diselidiki Polresta Kendari untuk memastikan penyebabnya.
Insiden di Kendari menambah daftar persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Polisi tidak hanya memeriksa kondisi para santri, tetapi juga menelusuri seluruh proses makanan, mulai dari penyediaan, pengolahan hingga distribusi.
Kapolresta Kendari Kombes Safi’i Nafsikin bersama jajaran mendatangi para santri yang mendapatkan perawatan sebelum mengecek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Watubangga.
Di dapur penyedia MBG itu, polisi memeriksa proses pengolahan makanan yang didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau mengatakan penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Forensik Makassar.
“Tim telah melakukan olah TKP serta mengamankan sejumlah sampel makanan untuk selanjutnya diperiksa di Labfor,” kata Welliwanto.
Penyidik juga akan memeriksa pihak sekolah dan pengelola SPPG Watubangga. Pemeriksaan tidak hanya diarahkan pada makanan yang dikonsumsi para santri, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dalam rantai penyediaan hingga pendistribusian MBG.
Langkah itu diperlukan untuk memastikan apakah gangguan kesehatan yang dialami para santri berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain. Polisi belum menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diperoleh.
SPPG Watubangga tercatat melayani 2.967 penerima manfaat. Mereka terdiri atas 2.420 siswa, 181 guru dan tenaga pendidik, 23 ibu hamil, 72 ibu menyusui, serta 271 balita.
Dari ribuan penerima manfaat tersebut, 58 orang merupakan santri Al-Askar yang mengalami gangguan kesehatan dan kemudian memperoleh perawatan.
Menu MBG yang dibagikan pada hari kejadian terdiri atas nasi putih, tuna balado, tumis kol dan wortel, oseng tahu, serta buah kelengkeng.
Sekretaris Satgas MBG Kota Kendari Abdul Rauf mengatakan penyebab kejadian masih diteliti. Pemerintah meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan.
“Ditunggu saja kesimpulan akhir baik dari BGN maupun pihak berwajib,” kata Abdul Rauf.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kota Kendari, Fadilah Rizka, membenarkan makanan yang dikonsumsi para santri berasal dari SPPG Watubangga.
Kasus Kendari kembali menempatkan persoalan keamanan makanan dalam program MBG di bawah sorotan. Polisi kini harus memastikan bukan hanya apa yang dikonsumsi para santri, tetapi juga bagaimana makanan itu diproses, disimpan, diangkut, dan sampai ke tangan penerima.
(Ares Junaedi)






