Surat-Kabar.com | Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di puncak Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, berujung dramatis. Cuaca ekstrem di ketinggian membuat 65 pendaki mengalami gangguan kesehatan dan harus dievakuasi tim siaga SAR Merah Putih, Minggu (17/8/2025).
Sebagian besar pendaki dilaporkan mengalami hipotermia berat akibat suhu yang sangat dingin di puncak gunung. Selain itu, beberapa pendaki lainnya menderita masalah pencernaan, termasuk gangguan asam lambung, yang diperparah oleh kondisi fisik lelah setelah pendakian panjang.
Sayangnya, satu pendaki tidak berhasil selamat. Jenazahnya telah diserahkan kepada pihak keluarga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko serius saat melakukan pendakian di kondisi cuaca ekstrem, terutama dalam perayaan yang melibatkan kerumunan besar.
Hingga saat ini, tercatat 4.176 pendaki mengikuti pendakian ke puncak Gunung Bawakaraeng untuk memperingati Proklamasi RI. Untuk menjaga keselamatan, seluruh pendaki diminta turun dari gunung. Selain itu, tim siaga yang terdiri dari 326 personel gabungan dari 87 instansi juga telah menyelesaikan tugasnya dan ditutup operasionalnya.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan, “Sebagian besar korban mengalami hipotermia dan yang lainnya menderita gangguan lambung. Tim siaga menangani pendaki yang sakit baik saat naik maupun saat turun. Situasi ini menunjukkan pentingnya kesiapan fisik dan perlengkapan saat melakukan pendakian, apalagi di puncak dengan cuaca ekstrem seperti Bawakaraeng.”
(Hardy)






