Makassar | Surat-Kabar.com – Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperketat barisan menghadapi datangnya musim hujan. Sebanyak 10 personel ditempatkan secara tetap di dua kecamatan yang kerap menjadi langganan banjir, yakni Manggala dan Tamalanrea. Penjagaan dilakukan selama 24 jam tanpa henti.
Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menegaskan penempatan pasukan ini merupakan langkah antisipatif guna memastikan setiap potensi banjir dapat direspons cepat dan terukur.
“Untuk carester yang menjadi langganan banjir, kami tempatkan pasukan di situ. Di Manggala dan Tamalanrea masing-masing 10 personel, siaga 24 jam,” ujar Fadli, Sabtu (15/11/2025).
Selain personel, BPBD juga mengerahkan sejumlah peralatan penting seperti perahu karet, mesin pompa, dan perlengkapan penyelamatan lainnya. Seluruh peralatan ditempatkan di titik-titik yang dinilai strategis untuk mempercepat penanganan bila genangan terjadi.
“Peralatan sudah kami bawa semua ke carester Manggala dan Tamalanrea. Kita bersiap untuk menghadapi kejadian yang tidak diinginkan,” kata Fadli.
Meski Makassar belum masuk kategori wilayah dengan cuaca ekstrem, Fadli mengingatkan potensi banjir tetap ada. Aliran air dari wilayah hulu Pangkep, Maros, dan Gowa kerap memengaruhi kondisi hilir di Kota Makassar.
“Makassar masih aman. Status kita waspada. Bila meningkat, barulah siaga dan darurat,” tegasnya.
Sebagai bagian dari mitigasi, BPBD memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di Sungai Kajenjeng, Kecamatan Manggala. Dua sungai lainnya Sungai Biring Je’ne di Biringkanaya dan Sungai Tallo di Panakkukang — sedang dalam proses pemasangan.
“Sungai Kajenjeng sudah terpasang. Dua lainnya sementara pemasangan. Tanggal 21 bulan ini kami pastikan semua sudah terpasang,” jelasnya.
Fadli menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat untuk menghadapi musim hujan. Menurutnya, kesiapsiagaan bersama merupakan kunci utama meminimalkan risiko bencana di Kota Makassar.
(Anri S)






