Surat-Kabar.com – Makassar | Kasus yang menimpa guru SDN 156 Kalukubodo, Ahmad Firman DM, kembali menyulut perhatian publik. Ia sebelumnya meminta maaf setelah merekam dan menyebarkan video yang memperlihatkan atap serta plafon sekolahnya ambruk.
Peristiwa ini bukan hanya membuka kondisi memprihatinkan fasilitas pendidikan, tetapi juga memicu pertanyaan besar terkait pengelolaan anggaran pendidikan di Kabupaten Bulukumba.
Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turun tangan. Ia mendesak agar dilakukan audit terhadap Pemerintah Kabupaten Bulukumba, khususnya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Rieke mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp 1,74 triliun kepada Kabupaten Bulukumba untuk tahun 2025. Dari jumlah tersebut, Rp 108,96 miliar merupakan dana alokasi khusus (DAK) fisik. Namun, serapan anggaran baru mencapai Rp 66,92 miliar atau sekitar 61,42%.
“Artinya masih ada sisa sekitar 42 persen anggaran yang belum digunakan. Kita sudah menjelang tutup tahun, ini akhir November, sebentar lagi Desember,” ujarnya dengan nada kritis.
Menurut Rieke, sisa anggaran tersebut seharusnya dapat digunakan untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan parah, seperti yang terjadi di Kalukubodo. Ia menilai kejadian ambruknya plafon sekolah adalah bukti nyata bahwa perencanaan dan eksekusi anggaran pendidikan di daerah perlu ditinjau secara serius.
(Hardi)






