Surat-Kabar.com – Sulteng | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol mengingatkan bahwa informasi terkait potensi gempa megathrust bukanlah prediksi waktu kejadian bencana, melainkan hasil kajian ilmiah yang bertujuan memperkuat upaya mitigasi.
Penegasan ini disampaikan untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat serta menghindari kepanikan yang tidak perlu.
“Informasi megathrust bukan untuk menakut-nakuti. Kita tidak bisa menghilangkan risiko bencana, tapi kita bisa menguranginya,” ujar BPBD Buol. Menurutnya, kesiapsiagaan tetap menjadi langkah paling realistis dalam menghadapi potensi bencana alam.
Meski begitu, BPBD menyoroti satu hal penting yang perlu segera diperbaiki, yakni akses masyarakat terhadap peta risiko dan jalur evakuasi. Selama ini, masyarakat kerap diminta mengenali zona rawan, namun peta tersebut belum tersedia secara luas dan mudah dijangkau warga.
Tanpa petunjuk yang jelas, imbauan kesiapsiagaan sulit diterapkan secara efektif di lapangan.
BPBD Buol berharap ke depan peta risiko dan jalur evakuasi dapat dipublikasikan secara lebih masif melalui berbagai kanal, seperti:
-
infografis di media sosial,
-
pemasangan papan informasi permanen di titik strategis,
-
serta distribusi peta ke sekolah, kantor pelayanan publik, dan fasilitas umum lainnya.
Upaya mitigasi, kata BPBD, tidak cukup hanya berupa imbauan, tetapi harus disertai penyediaan informasi yang mudah dipahami dan bisa diakses kapan saja oleh masyarakat.
Dengan langkah ini, Buol diharapkan menjadi daerah yang lebih siap menghadapi bencana notabene bukan masyarakat yang takut, tetapi terlatih bukan panik, tetapi paham apa yang harus dilakukan saat situasi darurat terjadi.
(Aditya)






