Surat-Kabar.com | Makassar — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Lembaga Peduli Disabilitas Inklusif (LPDI) kembali menyalurkan bantuan permakanan (Sembako) bagi 400 Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK), Senin (1/12/2025).
Penyaluran ini bukan sekadar distribusi sembako, tetapi menjadi wujud kepedulian untuk menguatkan martabat dan keberdayaan para penyintas kusta di Kota Makassar.
Kegiatan yang berlangsung di dua wilayah kompleks kusta ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Sosial Makassar serta pengurus LPDI yang selama ini konsisten mendampingi OYPMK dalam berbagai program inklusi.
Kepala Dinas Sosial Makassar, Andi Bukti Djufrie, menyampaikan bahwa bantuan permakanan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah untuk meringankan kebutuhan dasar masyarakat yang pernah mengalami kusta.
“Kami berharap bantuan permakanan ini dapat meringankan beban ekonomi sehari-hari bagi saudara-saudara kita yang pernah mengalami kusta. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang harus terus kita dukung agar dapat hidup mandiri dan berdaya,” ujarnya.
Sekretaris LPDI, Nurlia. menegaskan bahwa bantuan ini bukan program musiman, melainkan kegiatan rutin yang setiap tahun diperjuangkan dan diajukan oleh lembaga demi memastikan OYPMK tidak tertinggal dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
“Bantuan ini sudah berlangsung tiap tahunnya, dan tahun ini Lembaga Inklusi Disabilitas Pajjampang ikut serta dalam pengajuan permohonan agar bantuan tetap diberikan. Pendampingan ini bukan hanya tugas lembaga, tapi tanggung jawab kemanusiaan untuk memastikan saudara-saudara kita tetap diperhatikan,” ungkapnya.
Ia menceritakan bahwa koordinasi antara LPDI dan Dinas Sosial berjalan intens dan penuh komitmen yang kuat yang dibuktikan dengan komunikasi yang cepat sehingga pelaksanaan penyaluran bantuan bisa secepat ini.
“Konfirmasi penyaluran disampaikan langsung oleh Ibu Hasna Ahmad dari Dinas Sosial, yang menghubungi Ketua LIDP, Hariyadi Gunawan, serta saya selaku sekretaris, untuk memastikan bahwa bantuan telah tiba di Balang Baru Kompleks Kusta. Sehari setelahnya, giliran Kompleks Kusta Tajuddin menerima distribusi bantuan.”tutup Nurlia.
Sementara itu, para penerima manfaat tampak terharu dan bersyukur. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya soal sembako, tetapi juga pengakuan bahwa mereka tidak dilupakan.
Seorang penerima mengatakan bahwa perhatian pemerintah dan lembaga seperti LPDI membuat mereka merasa lebih diterima dalam masyarakat. “Bantuan seperti ini sangat membantu keluarga kami. Tapi yang lebih berharga adalah perhatian dan kehadiran mereka yang membuat kami merasa tidak sendiri,” ujarnya.
LPDI dan Pemkot Makassar kembali mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap penyintas kusta. Mereka menegaskan bahwa OYPMK adalah bagian dari masyarakat yang berhak memperoleh kesempatan hidup yang setara
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat empati publik dan membuka ruang inklusi yang lebih luas bagi OYPMK, agar mereka dapat menjalani hidup dengan lebih percaya diri dan bermartabat.






