Surat-Kabar.com | Makassar – Konvoi sahur di jalan dan balapan liar kembali menjadi sorotan menjelang Ramadan 1447 Hijriah di Makassar. Aktivitas yang berulang hampir setiap tahun itu tak hanya dianggap melanggar ketertiban lalu lintas, tetapi juga memicu keresahan warga pada malam hingga dini hari.
Polrestabes Makassar menegaskan akan menindak tegas sahur on the road (SOTR) dan balap liar, Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, mengatakan patroli gabungan disiapkan untuk menutup ruang aktivitas tersebut.
“Tidak ada itu sahur on the road. Kita patroli bersama. Kalau ditemukan, langsung ditindak,” kata Arya di Makassar, Selasa (17/2/2026).
Menurut Arya, berbagi makanan sahur memang bernilai sosial. Namun di lapangan, kegiatan itu kerap berubah menjadi konvoi kendaraan, penggunaan knalpot bising, hingga pelanggaran lalu lintas yang mengganggu warga.
Masalah ini bukan baru. Setiap Ramadan, pola yang sama muncul: rombongan kendaraan berkeliling malam hari, berkumpul di titik tertentu, lalu sebagian berujung balap liar. Salah satu lokasi yang berulang kali disebut rawan ialah kawasan reklamasi Central Point of Indonesia di Kecamatan Tamalate.
Kapolsek Tamalate, Muhammad Thamrin, mengatakan patroli KRYD digelar tiap malam, terutama pukul 22.00 hingga tengah malam. Polisi juga menggandeng pengamanan setempat untuk mempersempit ruang berkumpulnya kelompok pemuda.
“Kadang mereka hanya konvoi dan membunyikan knalpot untuk memancing. Tapi kalau ada balap, langsung kita tindak,” ujar Thamrin.
Di sisi lain, warga berharap penertiban tidak hanya ramai di awal Ramadan. Rahmawati, 39 tahun, warga sekitar CPI, mengatakan suara knalpot dan kerumunan kendaraan kerap berlangsung hingga menjelang subuh pada Ramadan sebelumnya.
“Kalau sudah lewat tengah malam, itu bising sekali. Anak-anak susah tidur, kami juga khawatir kalau keluar rumah,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Irfan, 27 tahun, pengemudi ojek daring di wilayah selatan kota. Ia mengaku sering menghindari jalur CPI saat Ramadan karena rawan kerumunan dan pengendara ugal-ugalan.
“Kadang mereka pakai jalan semua, ngebut. Kita yang kerja jadi takut lewat situ,” ujarnya.
Polisi berjanji operasi Ramadan kali ini tidak bersifat sesaat. Namun pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan penertiban sering melemah setelah minggu pertama puasa membuat warga kembali menghadapi malam Ramadan yang riuh.
(Anri S)






