Surat-Kabar.com | Makassar – Ketegangan antara pengemudi ojek online dan mahasiswa meledak di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (5/3/2026) malam.
Ratusan pengemudi ojek online merangsek masuk ke area kampus dan merusak sejumlah fasilitas Gedung Pinisi setelah kabar pemukulan terhadap seorang rekan mereka menyebar di kalangan komunitas ojol.
Insiden bermula saat aksi demonstrasi mahasiswa memblokir Jalan Andi Pangeran Pettarani, salah satu jalur utama di Kota Makassar.
Seorang pengemudi ojek online bernama Emil mengaku hendak melintas untuk mengantarkan pesanan makanan pelanggan. Namun permintaan membuka jalan disebut tidak diindahkan massa aksi.
“Kami sudah minta izin untuk lewat karena mau mengantar orderan. Tapi tidak diizinkan. Tiba-tiba saya diserang,” kata Emil kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (6/3/2026).
Menurut Emil, bukan hanya dirinya yang menjadi sasaran. Adiknya juga diduga dipukuli oleh sejumlah orang yang disebutnya sebagai oknum mahasiswa. Sepeda motor yang digunakan untuk bekerja turut dirusak.
“Motor dihancurkan. Adik saya juga dipukuli. Sekarang sedang visum,” ujarnya.
Kabar pemukulan itu cepat menyebar di kalangan pengemudi ojek online menjelang waktu berbuka puasa. Dalam hitungan waktu, ratusan pengemudi berdatangan ke sekitar kampus UNM. Situasi yang semula tegang berubah menjadi bentrok terbuka.
Massa ojol melempari area kampus dengan batu dan memaksa mahasiswa mundur ke dalam lingkungan universitas. Tidak berhenti di luar pagar, sebagian pengemudi kemudian merangsek masuk ke kompleks kampus dan mengejar mahasiswa yang berlarian.
Di lantai dasar Gedung Pinisi, sejumlah kaca jendela dilaporkan pecah. Beberapa fasilitas kampus lainnya juga rusak. Massa disebut mencari orang yang diduga memukul rekannya.
Polrestabes Makassar kemudian mengerahkan personel untuk meredam situasi. Kapolrestabes Makassar Komisaris Besar Arya Perdana turun langsung menemui massa di lokasi.
“Insyaallah apa yang menjadi keinginan rekan-rekan ojol akan kami laksanakan. Kami akan memproses pelaku pemukulan dan memperbaiki motor yang dirusak,” kata Arya.
Menurut Arya, bentrokan itu dipicu perselisihan antara pengemudi ojol dan massa demonstran yang menutup jalan. Solidaritas sesama pengemudi membuat jumlah massa cepat membesar.
“Ada rekan ojol berselisih paham dengan pengunjuk rasa karena dihalangi lewat. Motornya juga dirusak. Karena solidaritas, teman-temannya berkumpul menuntut keadilan,” ujarnya.
Polisi menyatakan akan mengusut dugaan pemukulan terhadap pengemudi ojek online sekaligus menelusuri perusakan fasilitas kampus yang terjadi setelahnya.
Hingga Jumat malam, pihak civitas akademika Universitas Negeri Makassar belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut.
Aksi demonstrasi mahasiswa sebelumnya digelar untuk menuntut reformasi total institusi kepolisian. Tuntutan itu muncul setelah sejumlah kasus kekerasan oleh aparat yang disebut mahasiswa menimbulkan korban jiwa.
(Mahar)






