Surat-Kabar.com | Dinas Pendidikan Kota Makassar tengah bergerak melakukan pembenahan besar. Pelaksana tugas (Plt) Kadisdik, Andi Bukti Djufrie, memastikan proses pengisian jabatan kepala sekolah ke depan tidak lagi memakai pola lama.
Andi Bukti menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi sudah dirancang, seleksi akan digelar melalui asesmen terstruktur, dengan standar yang disebutnya jauh lebih profesional.
“Semua sudah disiapkan mulai dari jalur asesmennya, lokasi, sampai persyaratan umum. Kita tidak lagi memakai pola yang longgar. Kali ini harus profesional,” tegasnya.
Namun, sebelum turun ke ranah kepala sekolah, pembenahan dimulai dari internal Disdik Makassar. Andi Bukti telah menata ulang struktur dan melakukan asesmen terhadap pejabat di lingkup dinas. Setelah tahap ini rampung, barulah reformasi jabatan kepala sekolah dijalankan.
“Saya bereskan dulu internal Disdik. Setelah itu baru kita masuk ke level kepala sekolah. Perkiraannya, minggu depan prosesnya sudah berjalan,” ujarnya.
Di tengah upaya penataan ini, Disdik Makassar masih menyisakan sejumlah kursi penting yang kosong. Dua jabatan Kepala Bidang serta posisi Sekretaris Dinas belum terisi dan untuk sementara dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt).
“Dua Kabid kosong—satu karena demosi, satu nonjob. Lalu pejabat yang didemosi malah kembali menjadi Plt Sekretaris. Jujur, mekanismenya cukup membingungkan,” kata Andi Bukti.
Ia mengungkapkan bahwa dua pejabat yang sebelumnya menduduki posisi Kabid, yakni M. Guntur (Kabid SMP) dan M. Aris (Kabid SD), diturunkan dari jabatan karena kasus tertentu.
“Pak Guntur dan Pak Aris memang dinonjobkan. Tapi Pak Guntur kembali menjabat sebagai Plt Sekretaris, sehingga posisinya justru lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.
Di sisi lain, struktur organisasi Disdik Makassar juga mengalami penyederhanaan. Jumlah seksi yang sebelumnya tiga kini dipangkas menjadi dua. Hampir seluruh jabatan sementara diisi oleh Plt, kecuali dua Kabid dan Sekretaris yang dalam waktu dekat akan ditetapkan penggantinya.
(Mahar)






