Friday, September 25, 2026

Creating liberating content

Jaga Kebersihan Saluran Air...

Surat-Kabar, Makassar | Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di...

KPU Minta MK Tolak...

Surat-Kabar.com | Gugatan Denny Indrayana dan sebelas pemohon lain yang mempersoalkan syarat pendidikan...

Ombudsman Temukan Kamar Mewah...

Surat-Kabar.com |  Ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga perlengkapan rumah tangga...

Terima Purnabakti, Andi Syahrum...

Surat-Kabar - Makassar | Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi...
HomeEducationGuru dan Orang...

Guru dan Orang Tua Jadi Benteng Keamanan Pangan MBG

Surat-Kabar | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan pemerintah awal 2025 dengan janji besar yaitu mengurangi stunting dan memastikan anak-anak belajar dengan perut kenyang.Namun dalam beberapa bulan, publik dihadapkan pada deretan kasus keracunan di berbagai daerah. Dari laporan media dan lembaga, ribuan siswa tercatat sakit setelah menyantap menu MBG, meski persentasenya masih kecil dibanding total penerima manfaat.Pemerintah merespons dengan memperketat pengawasan.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa pencegahan keracunan pangan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya dapur penyedia makanan.Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga mendorong pengawasan berlapis yang melibatkan sekolah, orang tua, masyarakat, dan siswa itu sendiri.Di titik inilah, guru dan orang tua muncul sebagai pagar terdepan keamanan pangan di sekolah.

Guru di Garis Depan: Mengawasi, Menolak, dan Mengedukasi

Di kelas dan halaman sekolah, guru adalah orang dewasa yang paling dekat dengan siswa saat jam makan MBG.Beberapa kebijakan dan pernyataan publik mulai menegaskan peran itu:

  • Kemenkes mendorong guru ikut mencicipi atau mengecek makanan sebelum dibagikan ke siswa, sebagai salah satu bentuk kontrol kualitas di lapangan.
  • Anggota DPR mendorong guru berani menolak menu MBG yang dinilai tidak layak disajikan, demi mencegah keracunan berulang.
See also  SMK Negeri 5 Makassar Terima Donasi Kendaraan dari Toyota-Astra Motor

Dari sudut pandang ilmu gizi dan keamanan pangan, posisi ini sangat masuk akal. Guru bisa menjadi “sensorawal” di sekolah dengan cara melihat langsung kondisi makananapakah masih hangat, beraroma normal, tidak berlendir, dan dikemas rapi.Kalau ada yang mencurigakan, distribusi bisa dihentikan atau ditunda sambil koordinasi dengan pihak terkait.

Guru juga bisa menjadi teladan pola makan sehat. Riset tentang role model pangan jajanan anak sekolah menunjukkan bahwa anak cenderung meniru apa yang dikonsumsi orang dewasa yang mereka hormati. Saat guru ikut menikmati menu sehat dan memberi contoh maka penerimaan anak terhadap sayur, lauk rebus, atau buah meningkat.

Selain itu, guru dapat mengintegrasikan edukasi keamanan pangan ke pelajaran. Contohnya lewat pesan sederhana seperti cara cuci tangan yang benar, ciri-ciri makanan basi, atau pentingnya memakan makanan segera setelah dibagikan. Pesan ini bisa disisipkan pada pelajaran IPA, PJOK, atau P5. Ini sejalan dengan gerakan sekolah sehat dan pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang sejak lama mendorong peran guru dalam pengawasan jajanan.Dengan cara ini, guru menjadi aktor kunci yang menjaga agar niat baik program tidak berubah menjadi risiko bagi kesehatan anak.

See also  Kajati Sulsel Paparkan Kondisi Indonesia Saat Ini Saat Beri Kuliah Umum di FH-UH

Orang Tua: Mitra Kritis dan Bukan Sekadar Penonton

Saat di rumah, orang tualah yang melihat dampak nyata program. Apakah anak lebih lahap makan, apakah sering mengeluh mual, atau justru mulai senang makan sayur.Sejumlah daerah mulai resmi melibatkan orang tua dalam pengawasan. Di Solo, pemerintah kota melibatkan wali murid dalam pengawasan MBG di sekolah sebagai langkah memperketat kualitas dan keamanan makanan.Rekomendasi dari akademisi dan pegiat juga mendorong pembentukan komite pengawas yang beranggotakan orang tua, tokoh masyarakat, hingga karang taruna, untuk memantau menu dan distribusi makanan setiap hari.

Peran orang tua dalam konteks MBG bisa diringkas menjadi:

  • Sebagai pemberi umpan balik (feedback) untuk melaporkan ke sekolah jika anak mengalami gejala sakit setelah makan, menyampaikan masukan soal porsi dan selera anak, maupun memberi informasi alergi dan kondisi khusus.
  • Sebagai penguat edukasi di rumah yang mengajarkan anak tidak memakan makanan yang tampak rusak, berbau asam, atau sudah lama disimpan. Serta membiasakan pola makan di rumah yang sejalan dengan semangat MBG yaitu gizi seimbang.
  • Sebagai bagian dari pengawasan partisipatif yang selalu hadir dalam pertemuan komite sekolah untuk mengikuti sosialisasi MBG dan ikut mendorong transparansi terkait darimana bahan dipasok, bagaimana menu disusun, sampai bagaimana alur pengaduan jika ada masalah.
See also  SMAN 14 Makassar Mengadakan OSIS Smart Competition Vol. IV 2024

Menjaga Harapan, Bukan Mencari Kambing Hitam

Program Makan Bergizi Gratis lahir dari niat baik yaitu memastikan tidak ada anak yang belajar dengan perut kosong. Banyak orang tua di sekolah negeri merasakan manfaat langsung ketika anak mendapat lauk lengkap dan uang jajan bisa dihemat.Namun, rentetan kasus keracunan membuat kepercayaan publik terguncang. Di titik ini, menyalahkan satu pihak sajatidak akan menyelesaikan masalah.

Yang lebih dibutuhkan saat ini adalah pemeintah memperkuat standar dan pengawasan termasuk transparan saat ada insidendan serius memperbaiki sistem. Kemudian peran sekolah dan guru yang berani menolak menu yang tidak layak serta aktif mengedukasi siswa. Terakhir peran orang tua yang terlibat sebagai mitra kritis, memberi masukan berbasis fakta, dan memperkuat kebiasaan makan sehat di rumah.Jika tiga pihak ini bergerak bersama, MBG bisa kembali ke tujuan awalnya yang bukan sekadar “makan gratis”, tetapi makan yang aman dan benar-benar bergizi bagi anak-anak Indonesia.

 

Penulis : Khadijah Nur Hasanah Assegaf, S.Gz

Jurusan S2 Ilmu Gizi Unhas

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

Create a website from scratch

Just drag and drop elements in a page to get started with Surat-Kabar.

Continue reading

Jaga Kebersihan Saluran Air Baku, Perumda Air Minum Makassar Gelar Kerja Bakti

Surat-Kabar, Makassar | Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di sepanjang saluran air baku di Jalan Abdul Dg Sirua, Makassar, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan kondisi saluran air...

KPU Minta MK Tolak Gugatan Denny Indrayana soal Syarat Pendidikan Gibran

Surat-Kabar.com | Gugatan Denny Indrayana dan sebelas pemohon lain yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden 2024 memasuki tahap penting di Mahkamah Konstitusi. Komisi Pemilihan Umum meminta MK menolak permohonan tersebut dan mempertahankan seluruh keputusan KPU...

Ombudsman Temukan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, Jejak Bayaran Terungkap

Surat-Kabar.com |  Ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga perlengkapan rumah tangga ditemukan di sebuah bangunan dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fasilitas tersebut diduga digunakan oleh narapidana tertentu. Temuan Ombudsman Republik Indonesia itu membuka persoalan...

Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar

Surat-Kabar - Makassar | Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Ratulangi, Rabu (23/09/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara manajemen Perumda Air...

Kasus Dugaan Korupsi Balai Kereta Api Sulsel Masuk Meja Hijau

Surat-Kabar.com | Kasus dugaan korupsi anggaran jasa tenaga kerja outsourcing di Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel) bergerak ke meja hijau. Kejaksaan Negeri Maros menyerahkan tiga tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum dalam tahap II...

Dirjen GTK Pastikan Guru PPPK Paruh Waktu Tak Perlu Seleksi Ulang

Surat-Kabar.com | Guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tidak perlu mengikuti tes atau seleksi ulang untuk beralih menjadi PPPK penuh waktu. Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar...

Boraks Ditemukan dalam Menu MBG di Takalar

Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tersandung persoalan keamanan pangan setelah salah satu sampel menu yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, dinyatakan mengandung boraks. Hal tersebut terungkap setelah empat guru...

Langit Kalimantan Membara, Karhutla Mengubah Cahaya Matahari Jadi Merah

Surat-Kabar.com | Langit di sejumlah wilayah Kalimantan berubah menjadi oranye hingga merah menyala saat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melanda. Fenomena tersebut terekam dalam sejumlah unggahan warga, salah satunya dari wilayah Paduran, Sabangau, Kalimantan Tengah. Warna langit yang tidak biasa...

Penggeledahan Kantor PDAM Palu, Polisi Bongkar Dokumen Dugaan Korupsi

Surat-Kabar.com | Penyidikan dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palu memasuki tahap baru. Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polresta Palu menggeledah kantor PDAM Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (21/9/2026). Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita delapan bundel...

Kejari Maros Kejar Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Balai Kereta Api Sulsel yang Mangkir

Surat-Kabar.com | Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran belanja jasa tenaga kerja outsourcing di lingkungan Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri Maros kini mempersiapkan penyerahan tersangka dan barang bukti setelah berkas perkara dinyatakan...

Sebelum OTT ATR/BPN, KPK Sudah Wanti-wanti 8 Titik Rawan Korupsi Pertanahan

Surat-Kabar.com | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata telah mengendus sejumlah celah korupsi di sektor pertanahan jauh sebelum operasi tangkap tangan (OTT) menyeret sejumlah pihak di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). KPK mencatat sedikitnya delapan titik rawan...

MBG Kembali Dibayangi Dugaan Keracunan, 58 Santri Kendari Jadi Korban

Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dibayangi dugaan keracunan. Sebanyak 58 santri Pondok Pesantren Al-Askar 03, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG pada Jumat (18/9/2026). Puluhan santri tersebut mengalami...

Enjoy exclusive access to all of our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across.