Surat-Kabar.com – Makassar | Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan resmi membuka pendaftaran seleksi petugas haji untuk tahun 2026, dimulai hari ini, Senin (24/11/2025). Pendaftaran akan berlangsung hingga 28 November 2025 melalui portal resmi di haji.go.id/petugas.
Seleksi tahun ini dibuka untuk dua kategori utama, yaitu PPIH Kloter, yang meliputi posisi Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah, serta PPIH Arab Saudi, dengan formasi layanan konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah, dan Siskohat. Para petugas nantinya akan bertugas langsung melayani jemaah haji di Tanah Suci.
“Seleksi ini merujuk pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 22 Tahun 2025, serta surat Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah RI Nomor SD-15/BN/2025 tanggal 20 November 2025,” jelas Ikbal Ismail, Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Sulsel.
Pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara online, dan calon peserta wajib mengunggah dokumen administrasi sesuai formasi yang dipilih. Dokumen ini menjadi dasar verifikasi awal oleh panitia. Kemenag berharap sistem digital ini membuat proses seleksi lebih efisien dan akuntabel.
Ikbal menambahkan, panitia seleksi dibentuk secara bertingkat mulai dari Kanwil hingga Kemenag kabupaten/kota, sehingga mekanisme seleksi dapat berjalan seragam sesuai pedoman nasional. Unit pengusul bertanggung jawab terhadap kelengkapan berkas dan rekam kinerja calon petugas. Selain itu, proses seleksi akan mengikuti kuota yang telah ditetapkan.
Pendaftaran juga terbuka untuk pembimbing ibadah perempuan bersertifikat, sebagai bagian dari upaya memperluas peran perempuan dalam pelayanan haji. Sementara itu, ASN yang pernah bertugas haji dalam lima tahun terakhir hanya dapat memilih formasi tertentu untuk pemerataan pengalaman.
Informasi lengkap terkait kuota dan jadwal seleksi tersedia di laman resmi Kemenag Sulsel. Ikbal mengingatkan masyarakat agar selalu mengacu pada informasi resmi agar tidak salah memahami ketentuan.
Kemenag menegaskan bahwa seluruh proses seleksi gratis, transparan, dan bebas dari pungutan. “Peserta harus mempersiapkan dokumen dengan benar, mengikuti prosedur resmi, dan berdoa agar niat menjadi pelayan Tamu Allah diterima,” kata Ikbal.
Ia menekankan pentingnya mengikuti prosedur resmi dan menghindari pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari proses rekrutmen. “Seleksi ini dilakukan secara jujur, transparan, dan akuntabel. Peserta diimbau menyiapkan seluruh syarat dan dokumen sebelum batas akhir pendaftaran,” tutup Ikbal.
(Anri S)






