Surat-Kabar.com | Makassar – Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Biasa menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Makassar, Jumat (6/3/2026).
Mereka menolak rencana relokasi yang disiapkan pemerintah karena dinilai tidak strategis dan berpotensi menurunkan pendapatan pedagang kecil.
Aksi itu diikuti pedagang dari beberapa titik usaha di Kota Makassar. Di antaranya pedagang kaki lima di kawasan Pantai Losari, pedagang pisang epe di Pantai Panjang, serta pedagang kaki lima di sekitar GOR Sudiang.
Dalam aksi tersebut, para pedagang menyuarakan kekhawatiran bahwa pemindahan lokasi usaha akan memutus arus pembeli yang selama ini menjadi sumber utama penghasilan mereka.
“Kalau dipindahkan ke tempat yang tidak strategis, pembeli bisa berkurang. Kami hidup dari dagangan harian,” ujar salah satu perwakilan pedagang dalam pernyataan Aliansi Rakyat Biasa.
Para pedagang menilai kebijakan relokasi seharusnya tidak diputuskan sepihak tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi pelaku usaha kecil. Mereka meminta pemerintah membuka ruang dialog sebelum kebijakan tersebut dijalankan.
Aliansi Rakyat Biasa juga mendesak pemerintah meninjau kembali rencana relokasi tersebut dan mencari solusi yang tidak mematikan mata pencaharian pedagang.
Menurut mereka, penataan kawasan tidak seharusnya mengorbankan keberlangsungan usaha masyarakat kecil yang menggantungkan hidup pada aktivitas perdagangan di ruang publik.
Para pedagang menyatakan tidak menolak penataan kota. Namun mereka mendesak pemerintah mencari solusi yang tidak mematikan sumber penghidupan pedagang kecil.
(Anri S)






