Surat-Kabar.com | Insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, kembali memantik perhatian serius pemerintah pusat.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menilai kasus yang melibatkan sedikitnya 314 siswa, dengan 26 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit, harus dijadikan peringatan keras bagi seluruh pihak terkait pelaksanaan program.
“Program ini adalah salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Prinsipnya jelas: zero accident. Tidak ada ruang untuk kelalaian sekecil apa pun,” tegas Qodari di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).
Ia menambahkan, peristiwa berulang ini membuktikan adanya celah pada mekanisme dan tata kelola program. Menurutnya, pemerintah perlu segera memperbaiki sistem agar kasus serupa tidak terulang, terlebih di wilayah terpencil yang minim fasilitas kesehatan.
“Kami khawatir jika hal ini terjadi di daerah yang akses kesehatannya terbatas. Karena itu perbaikan akan dilakukan secepatnya,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Atas nama pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN), ia menegaskan bahwa kasus keracunan MBG akan dijadikan bahan evaluasi besar-besaran.
“Ini tentu bukan sesuatu yang kita harapkan. Pemerintah bersama BGN akan memastikan ada pembenahan agar hal serupa tidak terjadi lagi,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Kasus di Banggai Kepulauan menambah daftar insiden keracunan dalam program MBG. Pemerintah menekankan, setiap kejadian akan menjadi dasar perbaikan tata laksana demi menjamin keamanan dan keselamatan jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
(Aditya)






