Surat-Kabar.com | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi memecat anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, usai ucapannya yang viral karena menyebut ingin merampok dan menghabiskan uang negara. DPP PDIP menegaskan keputusan ini diambil demi menjaga kehormatan partai dan melindungi hati rakyat.
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menyebut pemecatan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari DPD PDIP Gorontalo dan klarifikasi internal.
“Komite etik dan disiplin telah memberikan rekomendasi kepada DPP. Hari ini, DPP resmi mengeluarkan surat pemecatan terhadap yang bersangkutan, dan dalam waktu dekat akan diproses pergantian antarwaktu (PAW),” jelas Komarudin.
Ia menegaskan PDIP tidak akan memberi toleransi bagi kader yang melanggar etika. “Kepada seluruh kader dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, saya ingatkan agar menjaga disiplin, etika, kehormatan, serta wibawa partai. Jika ada yang melakukan pelanggaran serupa, sanksi tegas akan dijatuhkan,” tambahnya.
Di sisi lain, Wahyudin Moridu akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait pernyataannya yang viral. Ia menegaskan tidak ada niat melecehkan rakyat Gorontalo.
“Saya, Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, saya didampingi istri saya. Dengan ini, atas nama pribadi dan keluarga, saya memohon maaf atas video yang telah diviralkan di media sosial TikTok beberapa waktu lalu. Sesungguhnya, Bapak dan Ibu sekalian, saya tidak berniat untuk melecehkan ataupun menyinggung masyarakat Gorontalo,” ujar Wahyudin dalam video klarifikasi, Jumat (19/9/2025).
(Ancha DS)






