Surat-Kabar.com – Makassar | Rentetan tawuran antarwarga yang kerap pecah di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, rupanya tidak berdiri sendiri. Peredaran narkoba disebut menjadi pemicu utama munculnya konflik sosial di tiga kampung yang selama ini dikenal rawan bentrok.
Brigjen Pol Budi Sajidin mengungkapkan, sejumlah insiden seperti pembakaran rumah hingga aksi saling serang antarwarga berawal dari aktivitas peredaran narkoba yang berkembang menjadi permasalahan sosial yang lebih besar.
“Karena tawuran dan konflik sosial juga awalnya dari peredaran narkoba. Beberapa waktu lalu ada pembakaran rumah, kemudian tawuran. Tiga kampung di sana berawal dari (peredaran) narkoba, ujungnya jadi konflik sosial,” ujarnya saat ditemui di Kantor BNNP Sulsel, Rabu (26/11/2025).
Ia menilai, kawasan kumuh yang menjadi lokasi bentrokan berulang harus segera diarahkan menjadi ruang yang lebih produktif. Budi menyebut pihaknya tengah berkoordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah untuk mengubah kawasan tersebut agar tidak lagi menjadi pusat peredaran narkoba.
“Kita berupaya bersama Kapolda dan pemerintah daerah baik Kota Makassar maupun Pemprov Sulsel untuk mengubah kampung narkoba itu menjadi kampung produktif. Bisa saja kampung itu menjadi penghasil kopi, atau warganya dilatih jadi ahli servis elektronik,” katanya.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tidak cukup dilakukan sekali. Penanganan harus dijalankan secara bertahap dan berkelanjutan, mengingat kondisi permukiman yang berdiri di area tidak berizin dan berbatasan langsung dengan kawasan pemakaman.
“Minimal tidak jadi sarang narkoba lagi. Untuk menyelesaikan konflik di kampung narkoba itu harus berkelanjutan. Di sana ada kuburan, di belakang permukiman kumuh itu sebenarnya area makam, sehingga ketika Pemda menata kawasan itu, memang tidak ada IMB-nya,” tutupnya.
(Anri Saputra)






