Surat-Kabar.com | Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Aliansi Pekalima kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Makassar, Selasa (23/6/2026)
Aksi ini merupakan yang ketujuh dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penertiban pedagang di kawasan Benteng Rotterdam.
Massa menilai kebijakan tersebut berpotensi menghilangkan sumber penghidupan ratusan warga yang selama puluhan tahun menggantungkan ekonomi keluarga dari aktivitas berdagang di kawasan wisata bersejarah itu.
Koordinator aksi, Iswan Kusnadi, mengatakan pedagang tidak menolak penataan kawasan. Namun, menurut dia, proses tersebut harus dilakukan melalui dialog dan mempertimbangkan dampak sosial serta ekonomi bagi masyarakat kecil.
Dalam aksinya, para pedagang meminta Pemerintah Kota Makassar menghentikan rencana penggusuran dan menetapkan pedagang es kelapa di Benteng Rotterdam sebagai bagian dari ikon wisata kuliner Kota Makassar.
Aliansi Pekalima juga mendesak DPRD Kota Makassar segera menggelar rapat dengar pendapat yang melibatkan pedagang, pemerintah kota, dan pihak terkait lainnya untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.
Menurut para pedagang, Benteng Rotterdam bukan sekadar lokasi usaha. Sebagian besar telah berjualan di kawasan tersebut selama puluhan tahun, bahkan menjadi usaha keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Mereka menegaskan akan terus menyuarakan penolakan hingga pemerintah membatalkan rencana penertiban.
Para pedagang berharap penataan kawasan wisata tetap dapat dilakukan tanpa menghilangkan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor informal.
(Mahar)






