Surat-Kabar.com | Hujan deras yang mengguyur Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memicu banjir bandang pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 01.00 Wita. Air sungai meluap dengan cepat dan menerjang permukiman warga.
Luapan air merendam Dusun 2 dan kawasan Perumahan Nelayan. Sebanyak 55 unit bangunan terdampak banjir. Dua belas rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Pagar sebuah pabrik durian di sekitar lokasi juga roboh diterjang arus.
Banjir membawa material kayu dan lumpur hingga menutup Jalan Trans Sulawesi sepanjang sekitar 500 meter. Kondisi tersebut sempat mengganggu akses transportasi di jalur utama tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan sebanyak 68 kepala keluarga terdampak langsung akibat banjir. Sebanyak 12 kepala keluarga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Tim kami langsung bergerak melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan BPBD Parigi Moutong. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Asbudianto di Palu.
Air mulai surut pada Rabu pagi. Namun, persoalan belum sepenuhnya berakhir. Lumpur masih menutupi sejumlah rumah warga dan akses jalan di sekitar lokasi banjir.
Warga terdampak kini membutuhkan bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, dan tenda untuk tempat pengungsian. Selain penanganan darurat, pemerintah juga didorong melakukan pembenahan infrastruktur serta normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir susulan.
BPBD Sulawesi Tengah bersama BPBD Parigi Moutong masih melakukan pendataan dan asesmen terhadap dampak bencana. Tidak adanya korban jiwa menjadi satu-satunya kabar baik di tengah kerusakan yang ditinggalkan banjir bandang tersebut.
(Aditya)






