Surat-Kabar.com | Sulteng – Akses utama Jalan Trans Sulawesi di Desa Molangato, Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, lumpuh total setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut Sabtu (6/12/2025), Jalur strategis yang menghubungkan Gorontalo dan Buol itu tidak dapat dilalui akibat tertutup material longsor dan genangan air.
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus, menyampaikan bahwa kondisi jalan yang tertutup tanah dan lumpur membuat sejumlah wilayah terisolasi serta menghambat arus distribusi kebutuhan warga.
“Curah hujan yang berlangsung selama tiga jam menyebabkan akses utama ini terputus,” ujar Akris.
Puluhan rumah penduduk di Molangato turut terdampak. Sebanyak 65 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan mengalami kerusakan lingkungan dan gangguan aktivitas, sementara dua warga harus mengungsi untuk sementara. Meski kerugian material cukup besar, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa.
Material dari perbukitan sekitar menimbun seluruh badan jalan, membuat jalur nasional tersebut tidak dapat dilalui kendaraan. Situasi ini memicu terhentinya mobilitas warga serta distribusi logistik penting ke wilayah Paleleh dan sekitarnya.
Rumah-rumah di sekitar jalur juga terendam air setelah aliran sungai naik dan meluap ke permukiman. Warga berupaya menyelamatkan barang-barang mereka sambil menunggu bantuan dan penanganan lebih lanjut.
BPBD Sulawesi Tengah bersama pemerintah daerah terus melakukan asesmen lapangan untuk memetakan kerusakan dan kebutuhan penanganan darurat. Alat berat menjadi prioritas untuk menyingkirkan material longsor di ruas Jalan Trans Sulawesi agar arus transportasi dapat pulih secepatnya.
Sementara menunggu alat berat tiba, warga bersama aparat kepolisian telah mulai membersihkan sebagian akses secara manual.
“Banjir sudah surut, dan pembersihan awal dilakukan secara gotong royong agar kendaraan dapat segera melintas,” kata Akris.
Pemulihan akses, penyaluran logistik, dan pemantauan cuaca menjadi fokus utama tim tanggap darurat, mengingat potensi hujan susulan masih ada di wilayah tersebut.
(Aditya)






