Surat-Kabar.com | Maros – Setelah sekian lama viral dan dijadikan meme dengan sebutan “drama panjang Iran – AS – Israel”, kondisi Jalan Keramat Moncongloe akhirnya dipaksa masuk ke meja prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Jalan penghubung vital antara Makassar dan Maros itu selama berbulan-bulan dikeluhkan warga karena rusak parah dan menjadi simpul kemacetan harian.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) kini berjanji bergerak cepat. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman, menyebut langkah awal yang diambil masih sebatas penanganan darurat.
“Untuk sementara kita lakukan penanganan darurat agar akses masyarakat tetap bisa dilalui,” kata Andi Sudirman.
Janji percepatan ini datang setelah tekanan publik tak terbendung. Jalan Moncongloe bukan sekadar akses alternatif, melainkan jalur strategis yang menopang mobilitas harian warga dan distribusi logistik di kawasan metropolitan Makassar.
Kerusakan yang berlarut-larut menimbulkan pertanyaan serius: mengapa infrastruktur sepenting ini dibiarkan memburuk hingga menjadi bahan olok-olok publik?
Kepala Dinas BMBK Sulsel, Andi Ihsan, bersama jajaran termasuk Muhammad Rosyadi dan St Hasni telah turun langsung meninjau lokasi. Jalan tersebut masuk dalam skema Preservasi Jalan Multi Years Contract (MYC) Paket 6 untuk periode 2025–2027.
Program MYC ini mencakup 20 ruas jalan strategis sepanjang 157,49 kilometer di sembilan kabupaten/kota. Wilayah yang disasar meliputi kawasan Toraja dan Luwu, serta jalur penting di Jeneponto dan Bantaeng.
Di kawasan metropolitan, perbaikan juga menyasar ruas Parang Loe Tamalanrea Raya hingga batas Kota Makassar menuju Benteng Gajah.
Namun, rencana jangka panjang itu tak serta-merta menjawab kritik publik soal lambannya respons pemerintah. Fakta bahwa Jalan Moncongloe baru mendapat perhatian serius setelah viral memunculkan kesan reaktif, bukan berbasis perencanaan matang.
Sudding (43), warga setempat, mengaku mengapresiasi langkah pemerintah, meski terlambat. “Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah provinsi yang menjadikan jalan ini sebagai program prioritas,” ujarnya.
(M.Sapri)






