Surat-Kabar.com | Makassar – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan, Rabu (24/6/2026), berujung ricuh setelah terjadi bentrokan antara massa dan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Presiden melakukan evaluasi terhadap Kabinet Merah Putih serta meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator aksi, Nurul Ikshani, mengatakan pihaknya meminta Presiden mengevaluasi pejabat yang dinilai tidak mampu menjalankan amanah publik secara maksimal.
Massa juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap Badan Gizi Nasional agar program MBG berjalan tepat sasaran.
Kericuhan terjadi saat peserta aksi menyalakan ban bekas sebagai simbol perlawanan dalam demonstrasi. Aparat kepolisian kemudian berupaya memadamkan api sehingga memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas.
Salah seorang peserta aksi, Yudhoyono, mengatakan situasi memanas ketika polisi menghentikan pembakaran ban yang dilakukan massa di tengah jalannya orasi. Menurut dia, setelah insiden tersebut terjadi, tiga peserta aksi diamankan dan dibawa ke Polrestabes Makassar.
“Tiga orang massa aksi diambil pihak kepolisian dan dibawa ke Polrestabes Makassar. Saat ini sedang melakukan konsultasi dan pelaporan di LBH Makassar,” kata Yudhoyono.
Namun, pernyataan itu dibantah Kepala Bagian Operasi Polrestabes Makassar AKBP Hari Harry F. Aritonang. Ia mengaku belum menerima informasi adanya mahasiswa yang diamankan seusai aksi.
“Tunggu dulu saya cek dulu, setahu saya enggak ada yang diamankan,” kata Hari.
Menurut Hari, tindakan aparat selama aksi berlangsung hanya sebatas mengamankan ban bekas yang hendak dibakar demonstran. Polisi, kata dia, berupaya mencegah pembakaran ban demi menjaga keamanan dan ketertiban selama unjuk rasa berlangsung.
(Mahar)






