Surat-Kabar.com | Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7/2026) pukul 20.46 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hasil analisis terbaru menunjukkan pusat gempa berada di koordinat 1,31 derajat Lintang Utara dan 121,36 derajat Bujur Timur atau sekitar 37 kilometer di timur laut Buol, dengan kedalaman 21 kilometer.
Menurut BMKG, gempa ini tergolong sebagai gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan patahan bertipe naik geser (oblique thrust).
Guncangan paling kuat dirasakan pada skala IV MMI di Kecamatan Karamat, Biau, Lakea, Kota Buol, dan Kota Tolitoli. Pada intensitas tersebut, getaran dirasakan oleh banyak warga, baik di dalam maupun di luar bangunan. Sejumlah benda pecah belah dapat berjatuhan, sementara pintu, jendela, dan dinding rumah dilaporkan bergetar.
Sementara itu, wilayah Kota Parigi, Kota Marisa, dan Kota Tilamuta merasakan guncangan dengan intensitas III MMI. Getaran pada skala ini umumnya terasa jelas di dalam rumah dan menyerupai getaran saat sebuah truk besar melintas.
BMKG juga menyampaikan bahwa hingga pukul 21.05 WIB belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock) setelah gempa utama terjadi.
Meski tidak berpotensi tsunami, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami retak atau kerusakan sebelum dipastikan aman, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
BMKG mengingatkan masyarakat agar mengikuti perkembangan informasi gempa hanya melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web, aplikasi InfoBMKG, InaTEWS, WRS-BMKG, dan akun media sosial resmi BMKG.
(Aditya)






