Saturday, September 26, 2026

Creating liberating content

Jaga Kebersihan Saluran Air...

Surat-Kabar, Makassar | Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di...

KPU Minta MK Tolak...

Surat-Kabar.com | Gugatan Denny Indrayana dan sebelas pemohon lain yang mempersoalkan syarat pendidikan...

Ombudsman Temukan Kamar Mewah...

Surat-Kabar.com |  Ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga perlengkapan rumah tangga...

Terima Purnabakti, Andi Syahrum...

Surat-Kabar - Makassar | Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi...
HomeMetroGranat Aktif di...

Granat Aktif di Tong Sampah BPN, L-Kompleks: Kelalaian atau Skenario Penghilangan jejak?

Surat-Kabar.com | Makassar – Penemuan granat aktif di dalam tong sampah Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar, Rabu (1/4/2026), membuka lebih dari sekadar insiden keamanan.

Di balik evakuasi cepat aparat muncul pertanyaan mendasar, dari mana granat itu berasal dan bagaimana bisa berada di lingkungan lembaga sipil yang tidak berkaitan dengan persenjataan?

Granat jenis nanas itu ditemukan di area belakang kantor BPN di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, sekitar pukul 08.48 Wita oleh seorang petugas kebersihan dalam kondisi aktif, granat tersebut berpotensi memicu ledakan sewaktu-waktu jika terguncang atau terbentur.

Petugas sekuriti internal segera melaporkan temuan tersebut, sebelum Tim Gegana Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan turun tangan melakukan evakuasi. Komandan Detasemen Gegana, Kompol Mansur, memastikan granat tersebut merupakan produk pabrikan dan masih aktif.

See also  Mantan Pj Bupati Polman Dibantarkan di Tengah Kasus Penipuan Seragam Linmas

“Ini granat pabrikan dan masih aktif. Sangat berbahaya jika tersentuh atau mengalami benturan keras,” ujar Mansur.

Granat kemudian dimusnahkan melalui prosedur disposal di kawasan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, setelah lokasi dipastikan steril.

Namun, penanganan teknis tidak menjawab persoalan utama asal-usul granat tersebut masih gelap, tidak ada keterangan bagaimana benda berbahaya itu bisa masuk ke area kantor BPN, apalagi hingga berakhir di tong sampah.

Sekretaris Jenderal L-Kompleks, Ruslan Rahman, menilai peristiwa ini tidak bisa dipandang sebagai kejadian biasa ia menegaskan ada indikasi kuat kelalaian serius atau bahkan kebocoran dalam pengawasan bahan peledak.

“Ini bukan sekadar temuan granat. Ini alarm keras bahwa ada sesuatu yang bocor dalam sistem pengawasan, bagaimana mungkin granat aktif bisa berada di kantor yang mengurus soal lahan? Ini tidak masuk akal kalau tidak ada kelalaian atau unsur yang sengaja membuang untuk menghilangkan jejak,” tegas Ruslan saat ditemui awak media di warkop 99 Makassar, Kamis (2/4/2026)

See also  Waspada! Anomali Cuaca Picu Bencana di Beberapa Wilayah

Ia juga mengkritik lambannya penjelasan resmi terkait asal granat menurut Ruslan jika granat tersebut merupakan produk pabrikan yang lazim berada dalam lingkup militer maka rantai distribusinya semestinya bisa ditelusuri dengan jelas.

“Kalau ini barang pabrikan, harusnya jelas dari mana keluar dan siapa yang bertanggung jawab. Jangan sampai publik hanya disuguhi cerita evakuasi, tapi sumber ancamannya dibiarkan gelap,” lanjutnya.

Ruslan bahkan mendesak aparat tidak berhenti pada penanganan permukaan Ia meminta penyelidikan diperluas termasuk kemungkinan adanya penyimpanan ilegal atau penyalahgunaan bahan peledak.

“Ini tidak boleh berhenti di disposal, Harus dibongkar sampai ke hulu. Kalau tidak, kita sedang membiarkan potensi ancaman yang sama berulang di tempat lain,” ujarnya.

See also  Aksi Donasi Palsu di Jalanan Makassar Terbongkar, Pelaku Raup Jutaan Rupiah Tiap Hari

Hingga kini, penyelidikan diserahkan kepada aparat kepolisian wilayah Rappocini. Namun, tanpa transparansi mengenai asal-usul granat, insiden ini menyisakan kekhawatiran publik yang lebih luas bahwa benda berbahaya bisa dengan mudah masuk ke ruang sipil tanpa terdeteksi.

Kasus ini bukan hanya soal satu granat di tong sampah. Ini tentang celah pengawasan yang terbuka dan pertanyaan besar yang belum dijawab, siapa yang lalai, dan apa yang sebenarnya sedang disembunyikan?

(Anri)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

Create a website from scratch

Just drag and drop elements in a page to get started with Surat-Kabar.

Continue reading

Jaga Kebersihan Saluran Air Baku, Perumda Air Minum Makassar Gelar Kerja Bakti

Surat-Kabar, Makassar | Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di sepanjang saluran air baku di Jalan Abdul Dg Sirua, Makassar, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan kondisi saluran air...

KPU Minta MK Tolak Gugatan Denny Indrayana soal Syarat Pendidikan Gibran

Surat-Kabar.com | Gugatan Denny Indrayana dan sebelas pemohon lain yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden 2024 memasuki tahap penting di Mahkamah Konstitusi. Komisi Pemilihan Umum meminta MK menolak permohonan tersebut dan mempertahankan seluruh keputusan KPU...

Ombudsman Temukan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, Jejak Bayaran Terungkap

Surat-Kabar.com |  Ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga perlengkapan rumah tangga ditemukan di sebuah bangunan dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fasilitas tersebut diduga digunakan oleh narapidana tertentu. Temuan Ombudsman Republik Indonesia itu membuka persoalan...

Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar

Surat-Kabar - Makassar | Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Ratulangi, Rabu (23/09/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara manajemen Perumda Air...

Kasus Dugaan Korupsi Balai Kereta Api Sulsel Masuk Meja Hijau

Surat-Kabar.com | Kasus dugaan korupsi anggaran jasa tenaga kerja outsourcing di Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel) bergerak ke meja hijau. Kejaksaan Negeri Maros menyerahkan tiga tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum dalam tahap II...

Dirjen GTK Pastikan Guru PPPK Paruh Waktu Tak Perlu Seleksi Ulang

Surat-Kabar.com | Guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tidak perlu mengikuti tes atau seleksi ulang untuk beralih menjadi PPPK penuh waktu. Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar...

Boraks Ditemukan dalam Menu MBG di Takalar

Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tersandung persoalan keamanan pangan setelah salah satu sampel menu yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, dinyatakan mengandung boraks. Hal tersebut terungkap setelah empat guru...

Langit Kalimantan Membara, Karhutla Mengubah Cahaya Matahari Jadi Merah

Surat-Kabar.com | Langit di sejumlah wilayah Kalimantan berubah menjadi oranye hingga merah menyala saat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melanda. Fenomena tersebut terekam dalam sejumlah unggahan warga, salah satunya dari wilayah Paduran, Sabangau, Kalimantan Tengah. Warna langit yang tidak biasa...

Penggeledahan Kantor PDAM Palu, Polisi Bongkar Dokumen Dugaan Korupsi

Surat-Kabar.com | Penyidikan dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palu memasuki tahap baru. Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polresta Palu menggeledah kantor PDAM Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (21/9/2026). Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita delapan bundel...

Kejari Maros Kejar Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Balai Kereta Api Sulsel yang Mangkir

Surat-Kabar.com | Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran belanja jasa tenaga kerja outsourcing di lingkungan Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri Maros kini mempersiapkan penyerahan tersangka dan barang bukti setelah berkas perkara dinyatakan...

Sebelum OTT ATR/BPN, KPK Sudah Wanti-wanti 8 Titik Rawan Korupsi Pertanahan

Surat-Kabar.com | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata telah mengendus sejumlah celah korupsi di sektor pertanahan jauh sebelum operasi tangkap tangan (OTT) menyeret sejumlah pihak di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). KPK mencatat sedikitnya delapan titik rawan...

MBG Kembali Dibayangi Dugaan Keracunan, 58 Santri Kendari Jadi Korban

Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dibayangi dugaan keracunan. Sebanyak 58 santri Pondok Pesantren Al-Askar 03, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG pada Jumat (18/9/2026). Puluhan santri tersebut mengalami...

Enjoy exclusive access to all of our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across.