Surat-Kabar.com – Barru | Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Barru pada Minggu (27/10/2025) sore hingga malam memperlihatkan kembali kerentanan infrastruktur daerah dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Dalam waktu sekitar lima jam, curah hujan tinggi membuat ruas Jalan Poros Barru-Parepare terendam banjir, tepatnya di Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tingginya intensitas air mengakibatkan lalu lintas terputus.
Genangan air mulai muncul sekitar pukul 17.45 WITA dan baru surut setelah lebih dari empat jam kemudian. Sejumlah kendaraan dilaporkan terjebak di tengah genangan, sementara warga terpaksa menunda aktivitas malam akibat akses jalan yang terputus.
Hujan dengan intensitas tinggi secara terus-menerus menekan kapasitas saluran air di pusat Kabupaten Barru. Sejumlah titik tergenang, terutama di area padat penduduk dan ruas penghubung antarkecamatan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem drainase di daerah tersebut belum mengalami peningkatan signifikan meski cuaca ekstrem semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Untuk sementara macet, putus akses jalan, banyak titik intensitas hujan tinggi, pelintasan air terhambat. Air laut juga pasang jadi ketemu arus,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Barru.
Fenomena ini memperkuat kekhawatiran bahwa banyak daerah di Sulawesi Selatan masih bergantung pada sistem drainase lama yang tidak dirancang untuk menampung curah hujan ekstrem akibat perubahan iklim.
Hingga Minggu malam, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan fasilitas publik. Namun, ketiadaan sistem peringatan dini dan respons cepat dari otoritas setempat menyoroti lemahnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
BMKG sebelumnya telah memperingatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan akibat pengaruh fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan aktivitas monsun lokal. Namun, lemahnya kesiapan daerah membuat peringatan tersebut tidak cukup efektif mencegah dampak serius di lapangan.
(M.Sapri)






