Friday, September 25, 2026

Creating liberating content

Jaga Kebersihan Saluran Air...

Surat-Kabar, Makassar | Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di...

KPU Minta MK Tolak...

Surat-Kabar.com | Gugatan Denny Indrayana dan sebelas pemohon lain yang mempersoalkan syarat pendidikan...

Ombudsman Temukan Kamar Mewah...

Surat-Kabar.com |  Ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga perlengkapan rumah tangga...

Terima Purnabakti, Andi Syahrum...

Surat-Kabar - Makassar | Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi...
HomeMetroL-Kompleks Desak DPR...

L-Kompleks Desak DPR RI Usut Dugaan Intimidasi di Balik Mundurnya Ratusan Kepala Sekolah Sulsel

Surat-Kabar.com | Makassar – Sorotan Komisi X DPR RI terhadap mundurnya ratusan kepala sekolah di Sulawesi Selatan mendapat respon dari Lembaga Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks).

L-Kompleks menilai persoalan yang terjadi tidak sesederhana temuan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagaimana disampaikan pihak Dinas Pendidikan Sulsel di DPRD Provinsi Sulsel.

Sekjend L-Kompleks, Ruslan Rahman menegaskan, narasi Kadisdik Sulsel yang menyebut gelombang pengunduran diri kepala sekolah sebagai konsekuensi pembinaa dan tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah pembohongan publik dan langkah cuci tangan di hadapan DPRD.

“konsekuensi pembinaan atas temuan BPK adalah sebuah pembohongan publik dan cuci tangan karena sudah ribut” jelas Ruslan kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Menurut Ruslan, terdapat indikasi kuat bahwa sejumlah kepala sekolah mengundurkan diri bukan atas kehendak pribadi, melainkan diduga karena adanya instruksi Kepala Dinas yang diteruskan secara berjenjang selama proses evaluasi berlangsung di lingkungan Dinas Pendidikan Sulsel.

See also  Diduga Terlilit Utang Pinjol, Oknum TNI Lepas Tembakan di Kantor BRI Gowa

Dugaan tersebut diperkuat oleh temuan L-Kompleks berupa format surat pengunduran diri yang telah disiapkan serta tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berkaitan dengan proses pengunduran diri sejumlah kepala sekolah.

Dalam pesan yang ditemukan, sejumlah kepala SMA dan SMK disebut diminta memperbarui surat pengunduran diri mereka dengan format tertentu dan mengirimkannya dalam batas waktu yang telah ditentukan.

“Berdasarkan perintah dari Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, disampaikan kepada kepala sekolah tersebut di atas untuk memperbaharui surat pengunduran diri sebagai kepala sekolah, seperti format tersebut diatas, surat pengunduran dimaksud paling lambat dikirimkan ke Pak Kadis atau H. Juniar pada hari Rabu 3 Juni 2026,” demikian isi pesan yang diungkap L-Kompleks.

See also  Cek Fakta: Benarkah TNI Akan Mengaudit Dana Desa?

Menurut Ruslan, apabila pengunduran diri itu benar-benar dilakukan secara sukarela, maka tidak seharusnya terdapat format surat seragam, alasan yang telah disiapkan, hingga instruksi pengiriman dalam batas waktu tertentu.

“Diduga kuat ini perintah kepala dinas yang kemudian dilaksanakan cabang dinas untuk diteruskan ke kepala sekolah di wilayah masing-masing. Salah satunya di Kabupaten Bone ada sembilan kepala SMA yang diperintahkan mundur dan enam kepala SMK. Di Makassar juga ada, dan semua datanya sudah kami kantongi,” kata Ruslan.

Atas dasar temuan tersebut, L-Kompleks mendesak Komisi X DPR RI untuk tidak berhenti pada dorongan evaluasi tata kelola Dana BOS semata, tetapi juga turun langsung menelusuri dugaan adanya tekanan, intimidasi, maupun perintah pengunduran diri yang diduga terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan Sulsel.

See also  ETLE dan Tilang Manual Dihentikan, Polisi Fokus Pembinaan Masyarakat

Menurut Ruslan, DPR RI perlu memanggil seluruh pihak terkait buoan hanya dinas pendidikan tetapi juga cabang dinas, dan perwakilan kepala sekolah untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

“L-Kompleks meminta Komisi X DPR RI membentuk tim pendalaman atau melakukan investigasi khusus. Jangan sampai persoalan ini diarahkan seolah-olah hanya berkaitan dengan temuan administrasi Dana BOS, padahal ada dugaan kuat kepala sekolah diminta mengundurkan diri secara terstruktur,” tegasnya.

Sementara itu, Kadisdik Sulsel, Iqbal Najamudin saat dikonfirmasi awak media terkait temuan L-Kompleks, hingga berita ini terbit belum mendapatka tanggapan.

(Anri S)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

Create a website from scratch

Just drag and drop elements in a page to get started with Surat-Kabar.

Continue reading

Jaga Kebersihan Saluran Air Baku, Perumda Air Minum Makassar Gelar Kerja Bakti

Surat-Kabar, Makassar | Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di sepanjang saluran air baku di Jalan Abdul Dg Sirua, Makassar, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan kondisi saluran air...

KPU Minta MK Tolak Gugatan Denny Indrayana soal Syarat Pendidikan Gibran

Surat-Kabar.com | Gugatan Denny Indrayana dan sebelas pemohon lain yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden 2024 memasuki tahap penting di Mahkamah Konstitusi. Komisi Pemilihan Umum meminta MK menolak permohonan tersebut dan mempertahankan seluruh keputusan KPU...

Ombudsman Temukan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, Jejak Bayaran Terungkap

Surat-Kabar.com |  Ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga perlengkapan rumah tangga ditemukan di sebuah bangunan dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fasilitas tersebut diduga digunakan oleh narapidana tertentu. Temuan Ombudsman Republik Indonesia itu membuka persoalan...

Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar

Surat-Kabar - Makassar | Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Ratulangi, Rabu (23/09/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara manajemen Perumda Air...

Kasus Dugaan Korupsi Balai Kereta Api Sulsel Masuk Meja Hijau

Surat-Kabar.com | Kasus dugaan korupsi anggaran jasa tenaga kerja outsourcing di Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel) bergerak ke meja hijau. Kejaksaan Negeri Maros menyerahkan tiga tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum dalam tahap II...

Dirjen GTK Pastikan Guru PPPK Paruh Waktu Tak Perlu Seleksi Ulang

Surat-Kabar.com | Guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tidak perlu mengikuti tes atau seleksi ulang untuk beralih menjadi PPPK penuh waktu. Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar...

Boraks Ditemukan dalam Menu MBG di Takalar

Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tersandung persoalan keamanan pangan setelah salah satu sampel menu yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, dinyatakan mengandung boraks. Hal tersebut terungkap setelah empat guru...

Langit Kalimantan Membara, Karhutla Mengubah Cahaya Matahari Jadi Merah

Surat-Kabar.com | Langit di sejumlah wilayah Kalimantan berubah menjadi oranye hingga merah menyala saat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melanda. Fenomena tersebut terekam dalam sejumlah unggahan warga, salah satunya dari wilayah Paduran, Sabangau, Kalimantan Tengah. Warna langit yang tidak biasa...

Penggeledahan Kantor PDAM Palu, Polisi Bongkar Dokumen Dugaan Korupsi

Surat-Kabar.com | Penyidikan dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palu memasuki tahap baru. Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polresta Palu menggeledah kantor PDAM Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (21/9/2026). Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita delapan bundel...

Kejari Maros Kejar Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Balai Kereta Api Sulsel yang Mangkir

Surat-Kabar.com | Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran belanja jasa tenaga kerja outsourcing di lingkungan Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri Maros kini mempersiapkan penyerahan tersangka dan barang bukti setelah berkas perkara dinyatakan...

Sebelum OTT ATR/BPN, KPK Sudah Wanti-wanti 8 Titik Rawan Korupsi Pertanahan

Surat-Kabar.com | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata telah mengendus sejumlah celah korupsi di sektor pertanahan jauh sebelum operasi tangkap tangan (OTT) menyeret sejumlah pihak di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). KPK mencatat sedikitnya delapan titik rawan...

MBG Kembali Dibayangi Dugaan Keracunan, 58 Santri Kendari Jadi Korban

Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dibayangi dugaan keracunan. Sebanyak 58 santri Pondok Pesantren Al-Askar 03, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG pada Jumat (18/9/2026). Puluhan santri tersebut mengalami...

Enjoy exclusive access to all of our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across.