Surat-Kabar.com – Palu | Lebih dari satu dekade sejak membuka layanan sukarela tes dan konseling HIV (Voluntary Counseling and Testing/VCT), Puskesmas Talise, Kota Palu, mencatat temuan mencengangkan. Sedikitnya 500 orang dinyatakan reaktif HIV sejak program itu berjalan pada 2011 hingga 2025.
Dokter Infeksi Menular Seksual (IMS) Puskesmas Talise, dr Magfirah, menyebut, dari jumlah tersebut, 296 orang telah menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) secara kumulatif. “Pemeriksaan HIV dari 2011 sampai sekarang sekitar 500 sekian yang reaktif,” ujar Magfirah, Kamis (23/10/2025).
Layanan VCT di Puskesmas Talise menjadi salah satu pusat rujukan aktif di Kota Palu. Selain melayani pemeriksaan di fasilitas utama, petugas juga rutin melakukan tes keliling (mobile VCT) untuk menjangkau kelompok dengan risiko penularan tinggi.
“Kami melakukan layanan mobile ke sejumlah lokasi populasi kunci seperti area hiburan, panti pijat, dan tempat lokalisasi. Di sana kami menawarkan tes secara sukarela,” kata Magfirah.
Dari hasil pemetaan, lelaki seks dengan lelaki (LSL) menempati porsi terbesar dari kasus yang terdeteksi. Menurut Magfirah, hal itu tak lepas dari jangkauan layanan yang lebih intens ke komunitas tersebut. “Mungkin jangkauan kami lebih banyak ke LSL, makanya data yang ada dominan dari sana,” jelasnya.
Selain LSL, kelompok rentan lainnya juga meliputi wanita pekerja seks (WPS), transgender, pengguna narkoba suntik (penasun), serta pasangan berisiko tinggi yang kerap berganti pasangan seksual.
(Aditya)






