Surat-Kabar.com – Gowa | Polisi terus mendalami penyebab kecelakaan tunggal yang menewaskan Nur Ichsan (20), seorang mahasiswa asal Dusun Camba, Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Korban dilaporkan terjatuh dari Jembatan Kembar di Kecamatan Pallangga pada Sabtu (11/10/2025) dini hari dan hingga kini masih dalam proses pencarian tim Basarnas.
Saksi kunci dalam peristiwa tersebut, Pradifa Mulya Achmadsyah (25), telah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Gowa pada Minggu (12/10/2025). Ia merupakan pengendara motor yang berada sekitar tiga meter di belakang korban sesaat sebelum kejadian nahas itu terjadi.
“Korban mengendarai motor Honda Scoopy warna putih DD 2866 NH dari arah Sungguminasa menuju Pallangga. Saat melintas di Jembatan Kembar, jalan di bagian tengah tidak rata. Saya lihat motornya oleng ke kanan dan terpental ke arah sungai,” tutur Pradifa kepada penyidik sebagaimana dikutip dari keterangan keluarga korban.
Pradifa menambahkan, dirinya sempat melihat tas berwarna oranye dan helm hitam milik korban terapung di Sungai Jeneberang tidak jauh dari titik jatuh. Ia juga menyebut sempat melihat tangan korban bergerak di permukaan air sebelum akhirnya tenggelam dan tak terlihat lagi.
Setelah kejadian, personel Polres Gowa segera tiba di lokasi dan mengamankan sepeda motor korban ke Posko Jatanras Satreskrim. Tim Basarnas kemudian melakukan pencarian menggunakan perahu karet mulai pukul 02.00 WITA. Hingga pukul 03.30 WITA, korban belum berhasil ditemukan dan pencarian dilanjutkan pada pagi harinya pukul 06.00 WITA.
Kecelakaan ini sempat menarik perhatian warga yang melintas, menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Jembatan Kembar padat oleh pengendara yang berhenti menonton proses pencarian.
Sementara itu, saksi kedua bernama Asrul, teman kuliah korban, mengaku sempat bersama Ichsan di sebuah kafe di kawasan Tala’ Salapang sebelum kejadian.
“Sekitar jam 01.00 dini hari, Ichsan pamit pulang lebih dulu. Sepuluh menit kemudian saya juga pulang dan saat melewati Jembatan Kembar sudah ramai orang. Ternyata motor Ichsan sudah di situ,” ujar Asrul kepada wartawan.
Menurut Asrul, warga di lokasi sempat mengatakan bahwa pengendara motor tersebut oleng karena jalan rusak dan menabrak trotoar sebelum terjatuh ke sungai. Barang-barang korban seperti helm, tas berisi dua ponsel, dan dokumen ditemukan mengapung, sementara dompet korban ditemukan di bawah jok motor bersama kartu identitas atas nama Nur Ichsan.
Polisi juga menemukan jejak lecet dan cat merah pada helm korban yang diduga identik dengan warna cat pada pagar pengaman jembatan. Dugaan sementara, korban sempat membentur pagar pembatas sebelum terpental ke sungai. Jarak antara trotoar dan pagar yang hanya setinggi lutut orang dewasa disebut memungkinkan tubuh korban melewati pengaman tersebut saat terpental.
(DL)






