Surat-Kabar.com | Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menambah delapan unit Sekolah Rakyat di sejumlah daerah. Sekolah tersebut direncanakan dibangun di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Luwu Timur, Gowa, Enrekang, Kepulauan Selayar, Toraja Utara, Pinrang, dan Luwu.
Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Malik Faisal, mengatakan semula terdapat sembilan daerah yang diusulkan.
Namun, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Luwu Utara untuk sementara ditunda karena kondisi lahan yang dinilai memiliki kontur ekstrem.
“Bukan dibatalkan, tetapi ditunda karena lahan yang tersedia cukup ekstrem,” kata Malik di Makassar, Kamis.
Menurut Malik, pemerintah daerah tetap akan mengupayakan agar program tersebut dapat direalisasikan di Luwu Utara setelah persoalan lahan terselesaikan.
Ia menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pangkep akan dimulai lebih cepat dibanding daerah lain. Pangkep menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki Sekolah Rakyat rintisan dan termasuk dalam 11 lokasi percontohan secara nasional.
“Atas arahan gubernur, daerah yang sudah memiliki sekolah rintisan diprioritaskan untuk percepatan pembangunan,” ujarnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Pangkep dijadwalkan dimulai pada Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada Desember tahun ini. Jika target tersebut tercapai, siswa dapat mulai menempati sekolah permanen pada awal 2027.
Dengan tambahan pembangunan tersebut, jumlah Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan diproyeksikan menjadi 10 unit pada Januari 2027.
Saat ini terdapat sembilan Sekolah Rakyat yang tersebar di Kabupaten Soppeng, Wajo, Sidenreng Rappang, Tana Toraja, Bone, Sinjai, Takalar, serta Kota Makassar.
(Mhr)






