Surat-Kabar.com | Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka penelusuran terhadap identitas Winda Lorenza, mantan istri anggota Polri yang ditemukan meninggal dunia di Medan. Nama Winda kini muncul dalam penyidikan perkara dugaan korupsi importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
KPK belum memastikan apakah Winda Lorenza merupakan orang yang sama dengan saksi bernama Windah Lorenza Gowasa yang pernah dijadwalkan menjalani pemeriksaan dalam perkara tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan lembaganya masih melakukan verifikasi sebelum menarik hubungan antara kedua nama tersebut.
“Yang pertama sekali lagi kami sampaikan kami belum bisa memastikan secara persis apakah ini orang yang sama ya dengan pihak yang dipanggil sebagai saksi dalam perkara di Bea dan Cukai,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Nama Windah Lorenza Gowasa sebelumnya tercatat dalam agenda pemeriksaan KPK pada 9 April lalu. Ia dijadwalkan diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait importasi barang di lingkungan DJBC.
Kini, kemunculan nama Winda Lorenza dalam perkara tersebut menjadi perhatian karena bersamaan dengan penyelidikan atas kematiannya.
KPK menyatakan masih membuka sejumlah kemungkinan untuk memastikan identitas Winda. Salah satunya dengan meminta keterangan dari Orlando Hamonangan, aparatur sipil negara di lingkungan DJBC yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara importasi tersebut.
Menurut Budi, penelusuran identitas itu tidak semata berkaitan dengan posisi seseorang sebagai saksi. KPK dapat mengembangkan informasi tersebut apabila memiliki relevansi dengan pembuktian perkara maupun penelusuran aset.
“Semua upaya tentu terbuka kemungkinan untuk dilakukan oleh KPK baik untuk proses pembuktian maupun dalam rangka pelacakan dan penelusuran aset,” ujar Budi.
KPK menegaskan penanganan perkara korupsi tidak berhenti pada upaya menghukum pelaku. Lembaga antirasuah itu juga mengejar pemulihan kerugian negara melalui penelusuran dan pengembalian aset yang berkaitan dengan perkara.
Di sisi lain, kematian Winda Lorenza juga menjadi perhatian parlemen. Komisi III DPR RI sebelumnya menggelar rapat tertutup untuk membahas kasus tersebut.
Winda disebut meninggal dunia di Medan dalam peristiwa yang diduga berkaitan dengan penggunaan senjata api milik mantan suaminya, Bripka Iman Harefa.
Rapat Komisi III turut menghadirkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara Kombes Cornelis Mangarahon Simanjuntak dan Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.
Dua perkara itu kini berjalan pada jalurnya masing-masing. Kematian Winda menjadi perhatian aparat penegak hukum di Sumatera Utara, sedangkan KPK masih menelusuri apakah nama Winda memiliki keterkaitan dengan saksi dalam perkara dugaan korupsi importasi di DJBC.
Sampai KPK memastikan identitas kedua nama tersebut, hubungan Winda Lorenza dengan perkara importasi Bea dan Cukai belum dapat disimpulkan. Penelusuran identitas menjadi tahap awal sebelum kemungkinan keterkaitan itu diuji melalui alat bukti.
(Hariadi)






