Friday, September 25, 2026

Creating liberating content

Jaga Kebersihan Saluran Air...

Surat-Kabar, Makassar | Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di...

KPU Minta MK Tolak...

Surat-Kabar.com | Gugatan Denny Indrayana dan sebelas pemohon lain yang mempersoalkan syarat pendidikan...

Ombudsman Temukan Kamar Mewah...

Surat-Kabar.com |  Ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga perlengkapan rumah tangga...

Terima Purnabakti, Andi Syahrum...

Surat-Kabar - Makassar | Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi...
HomeMetroLDII Sulsel Hadiri...

LDII Sulsel Hadiri Dialog Kebangsaan di Al-Markaz Al-Islami, Tekankan Moderasi Beragama

Surat-Kabar, Makassar | Keberagaman Indonesia membutuhkan ruang dialog yang mempertemukan berbagai elemen bangsa. Pesan itu mengemuka dalam Dialog Kebangsaan yang digelar Yayasan Al-Markaz Al-Islami Muhammad Yusuf Makassar di Ballroom Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, Sabtu (15/8/2026).

Dialog mengangkat tema “Moderasi Beragama, Menguatkan Integritas Diri Kepahlawanan Menuju Indonesia Sejahtera dan Makmur.” Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi Islam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk membicarakan pentingnya menjaga persatuan di tengah kemajemukan Indonesia.

Dari jajaran DPW LDII Sulawesi Selatan, hadir Ketua DPW LDII Sulsel H. Asdar Mattiro, S.Sos., M.I.Kom., Wakil Ketua Prof. Dr. H. Sukardi Weda, S.S., M.Hum., M.Pd., M.Si., M.M., M.Sos.I., M.A.P., serta Wakil Ketua Dr. Teri, S.E., M.Si., Ak., CA., CTA., CPA., CHRO.

Sejumlah pejabat dan tokoh juga hadir dalam kegiatan tersebut. Gubernur Sulawesi Selatan diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr. H. M. Ishak Iskandar, M.Kes., M.M. Sementara Kapolda Sulawesi Selatan diwakili Dirbinmas Polda Sulsel Kombes Pol. Anang Triarsono, S.I.K., M.Si.

Hadir pula Ketua MUI Sulsel Prof. Dr. H. Mustari Bosra, M.A., Ketua FKUB Sulsel sekaligus Sekretaris MUI Sulsel Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc., M.A., serta Ketua Harian Yayasan Islamic Center (YIC) Al-Markaz Al-Islami Makassar Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd.

Forum tersebut juga diikuti berbagai organisasi Islam dan organisasi kemasyarakatan, termasuk tokoh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Hidayatullah, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat lainnya.

See also  Penganiayaan Internal Berujung Maut, Bripda Pirman Dipecat dari Polri

Moderasi Beragama sebagai Modal Kebangsaan

Dialog berlangsung dalam konteks Indonesia sebagai negara dengan keragaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat. Dalam situasi tersebut, moderasi beragama dipandang penting untuk menjaga kehidupan bersama agar perbedaan tidak berubah menjadi sumber konflik.

Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama masing-masing. Sebaliknya, ia menuntut setiap warga untuk menjalankan keyakinannya dengan tetap menghormati hak orang lain, menjaga toleransi, serta menempatkan persatuan bangsa sebagai kepentingan bersama.

Nilai tersebut menjadi semakin penting karena kehidupan masyarakat Indonesia tidak berlangsung dalam ruang yang seragam. Setiap daerah memiliki karakter sosial yang berbeda, tetapi seluruh warga berada dalam satu rumah kebangsaan: Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam dialog itu, pentingnya saling menghormati dan menjaga persatuan dikaitkan dengan fondasi kehidupan berbangsa yang telah disepakati bersama, yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Asdar Mattiro: Perbesar Persamaan, Perkecil Perbedaan

Ketua DPW LDII Sulsel Asdar Mattiro mendapat kesempatan menyampaikan pandangan mengenai moderasi beragama dan kehidupan kebangsaan.

Menurut Asdar, masyarakat perlu mengembangkan cara pandang yang mampu menempatkan perbedaan secara proporsional. Perbedaan merupakan sesuatu yang tidak mungkin dihapus dari kehidupan sosial. Yang perlu dilakukan adalah memastikan perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh.

“Memperbesar persamaan dan memperkecil perbedaan,” kata Asdar saat menyampaikan pandangannya.

Menurut dia, setiap kelompok memiliki latar belakang dan sudut pandang yang mungkin berbeda. Namun, terdapat kepentingan yang jauh lebih besar yang mempertemukan seluruh elemen bangsa, yakni menjaga persatuan dan membangun Indonesia.

See also  Dua Kali Mangkir, Sekwan DPRD Kota Makassar Dinilai Tidak Hormati Hukum dan Abaikan Hak Publik

Karena itu, perbedaan tidak seharusnya menjadi bahan untuk mempertajam sekat sosial.

Sebaliknya, ruang dialog perlu terus dibuka agar masyarakat dapat menemukan titik temu. Dalam konteks kehidupan beragama, komunikasi antarelemen umat menjadi salah satu cara untuk membangun saling pengertian.

Pancasila sebagai Titik Temu

FOTO

Asdar juga menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang final dan menjadi titik temu seluruh komponen bangsa.

Menurut dia, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terjebak pada ego kelompok. Empat pilar kebangsaan juga perlu dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Persoalannya bukan sekadar mengetahui konsep kebangsaan, melainkan bagaimana nilai tersebut diterjemahkan menjadi perilaku.

Ketika masyarakat mampu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok, perbedaan dapat menjadi kekayaan sosial. Sebaliknya, ketika ego kelompok menjadi dominan, perbedaan berpotensi berkembang menjadi konflik.

“Kalau setiap kelompok lebih mengedepankan ego masing-masing, perbedaan bisa berkembang menjadi potensi perpecahan yang mengancam persatuan dan keutuhan bangsa,” ujar Asdar.

Pandangan tersebut menempatkan moderasi beragama bukan hanya sebagai isu keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari ketahanan sosial dan kebangsaan.

LDII: Ingin Bersanding, Bukan Bertanding Apalagi Bersaing

Bagi LDII Sulsel, membangun persatuan tidak berarti menghilangkan identitas masing-masing organisasi. Setiap organisasi tetap dapat menjalankan peran dan programnya, sepanjang kontribusi tersebut diarahkan untuk kepentingan masyarakat dan bangsa.

Asdar menegaskan posisi LDII dalam membangun kolaborasi dengan berbagai komponen bangsa. “LDII ingin bersanding dalam membangun Indonesia, bukan bertanding, apalagi bersaing.”

See also  Pemkot Makassar Lantik Pejabat Baru, Dorong Penyegaran dan Penguatan Birokrasi

Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan LDII Sulsel dalam membangun hubungan dengan organisasi keagamaan, pemerintah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat lainnya.

Bersanding berarti menempatkan perbedaan sebagai bagian dari realitas sosial yang dapat dikelola melalui komunikasi dan kerja sama. Dengan cara itu, organisasi tidak harus menjadi sama untuk dapat bekerja bersama.

Dialog sebagai Ruang Merawat Kebangsaan

Kehadiran berbagai unsur dalam Dialog Kebangsaan di Al-Markaz Al-Islami menunjukkan bahwa persoalan persatuan membutuhkan partisipasi banyak pihak.

Pemerintah memiliki peran dalam memastikan kebijakan berjalan adil. Aparat keamanan menjaga stabilitas. Organisasi keagamaan membangun pendidikan dan pembinaan masyarakat. Sementara tokoh agama dan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk opini dan perilaku sosial.

Semua unsur tersebut memiliki ruang kontribusi masing-masing.

Karena itu, dialog kebangsaan menjadi penting bukan hanya untuk menyampaikan pandangan, tetapi juga untuk membangun kesamaan persepsi mengenai masa depan Indonesia.

Di tengah arus informasi yang begitu cepat, perbedaan pandangan dapat dengan mudah membesar ketika tidak diimbangi komunikasi. Dialog tatap muka menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan dan mencegah prasangka.

Bagi DPW LDII Sulsel, keikutsertaan dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun komunikasi lintas organisasi dan memperkuat kontribusi kebangsaan.

Moderasi beragama pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana seseorang menjalankan agama, tetapi juga bagaimana ia hidup bersama orang lain yang berbeda.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img

Create a website from scratch

Just drag and drop elements in a page to get started with Surat-Kabar.

Continue reading

Jaga Kebersihan Saluran Air Baku, Perumda Air Minum Makassar Gelar Kerja Bakti

Surat-Kabar, Makassar | Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kerja bakti bersama di sepanjang saluran air baku di Jalan Abdul Dg Sirua, Makassar, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan kondisi saluran air...

KPU Minta MK Tolak Gugatan Denny Indrayana soal Syarat Pendidikan Gibran

Surat-Kabar.com | Gugatan Denny Indrayana dan sebelas pemohon lain yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden 2024 memasuki tahap penting di Mahkamah Konstitusi. Komisi Pemilihan Umum meminta MK menolak permohonan tersebut dan mempertahankan seluruh keputusan KPU...

Ombudsman Temukan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, Jejak Bayaran Terungkap

Surat-Kabar.com |  Ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, hingga perlengkapan rumah tangga ditemukan di sebuah bangunan dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fasilitas tersebut diduga digunakan oleh narapidana tertentu. Temuan Ombudsman Republik Indonesia itu membuka persoalan...

Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar

Surat-Kabar - Makassar | Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Ratulangi, Rabu (23/09/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara manajemen Perumda Air...

Kasus Dugaan Korupsi Balai Kereta Api Sulsel Masuk Meja Hijau

Surat-Kabar.com | Kasus dugaan korupsi anggaran jasa tenaga kerja outsourcing di Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKA Sulsel) bergerak ke meja hijau. Kejaksaan Negeri Maros menyerahkan tiga tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum dalam tahap II...

Dirjen GTK Pastikan Guru PPPK Paruh Waktu Tak Perlu Seleksi Ulang

Surat-Kabar.com | Guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tidak perlu mengikuti tes atau seleksi ulang untuk beralih menjadi PPPK penuh waktu. Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar...

Boraks Ditemukan dalam Menu MBG di Takalar

Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tersandung persoalan keamanan pangan setelah salah satu sampel menu yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, dinyatakan mengandung boraks. Hal tersebut terungkap setelah empat guru...

Langit Kalimantan Membara, Karhutla Mengubah Cahaya Matahari Jadi Merah

Surat-Kabar.com | Langit di sejumlah wilayah Kalimantan berubah menjadi oranye hingga merah menyala saat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melanda. Fenomena tersebut terekam dalam sejumlah unggahan warga, salah satunya dari wilayah Paduran, Sabangau, Kalimantan Tengah. Warna langit yang tidak biasa...

Penggeledahan Kantor PDAM Palu, Polisi Bongkar Dokumen Dugaan Korupsi

Surat-Kabar.com | Penyidikan dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palu memasuki tahap baru. Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polresta Palu menggeledah kantor PDAM Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (21/9/2026). Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita delapan bundel...

Kejari Maros Kejar Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Balai Kereta Api Sulsel yang Mangkir

Surat-Kabar.com | Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran belanja jasa tenaga kerja outsourcing di lingkungan Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri Maros kini mempersiapkan penyerahan tersangka dan barang bukti setelah berkas perkara dinyatakan...

Sebelum OTT ATR/BPN, KPK Sudah Wanti-wanti 8 Titik Rawan Korupsi Pertanahan

Surat-Kabar.com | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata telah mengendus sejumlah celah korupsi di sektor pertanahan jauh sebelum operasi tangkap tangan (OTT) menyeret sejumlah pihak di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). KPK mencatat sedikitnya delapan titik rawan...

MBG Kembali Dibayangi Dugaan Keracunan, 58 Santri Kendari Jadi Korban

Surat-Kabar.com | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dibayangi dugaan keracunan. Sebanyak 58 santri Pondok Pesantren Al-Askar 03, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG pada Jumat (18/9/2026). Puluhan santri tersebut mengalami...

Enjoy exclusive access to all of our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across.