Surat-Kabar.com | Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Prabowo melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolri setelah memimpin Polri sejak 27 Januari 2021. Pergantian tersebut sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru di tubuh Korps Bhayangkara.
Dalam pelantikan yang sama, Prabowo mengangkat Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kapolri. Wahyu menggantikan Komjen Polisi Dedi Prasetyo.
Pengangkatan Suyudi dan Wahyu dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri serta Keputusan Presiden Nomor 97/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakapolri. Kedua Keppres tersebut ditetapkan pada 1 Oktober 2026.
Sebelum pelantikan, DPR RI telah menyetujui Suyudi sebagai Kapolri pengganti Listyo Sigit. Persetujuan itu kemudian menjadi dasar bagi Prabowo untuk melantik Suyudi sebagai orang nomor satu di institusi Polri.
Dalam prosesi pelantikan, Prabowo memandu pengucapan sumpah jabatan. Suyudi menyatakan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta berjanji menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya.
Suyudi juga bersumpah menjunjung tinggi etika jabatan, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta memegang teguh Tribrata.
Suyudi lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1994. Sebelum ditunjuk sebagai Kapolri, ia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional sejak 25 Agustus 2025.
Dalam pelantikan tersebut, pangkat Suyudi dinaikkan satu tingkat dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal Polisi. Dengan kenaikan pangkat dan pelantikan itu, Suyudi resmi mengambil alih kepemimpinan Polri dari Listyo Sigit.
Adapun Listyo Sigit tidak lagi berada di jajaran kepemimpinan Polri. Pada hari yang sama, Prabowo melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat Moeldoko.
Seusai pelantikan, Listyo menyampaikan ucapan selamat kepada Suyudi. Ia mengatakan mengenal Suyudi sebagai sosok pekerja keras, kreatif, dan memiliki integritas.
“Saya mengenal beliau adalah seorang pekerja keras dan tentunya banyak kreativitas dan integritas,” ujar Listyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pergantian kepemimpinan tersebut kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan di lingkungan Polri, Jumat (2/10/2026), Listyo menyerahkan Panji-panji Polri Tribrata kepada Suyudi dalam upacara di Lapangan Bhayangkara, Jakarta. Prosesi itu menjadi penanda resmi beralihnya kepemimpinan Polri dari Listyo kepada Suyudi.
Pelantikan di Istana Negara ditutup dengan penandatanganan berita acara serta pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Sejumlah pimpinan lembaga negara, menteri, dan wakil menteri Kabinet Merah Putih turut hadir dalam acara tersebut.
(Hariadi)






